Ratusan Warga Medan Utara Demo Peningkatan Kelas Jalan Pancing, Ini Kata Akhyar dan Kadis PU
Isu peningkatan Kelas Jalan di Jalan Pancing I membuat ratusan warga Medan Utara geram dan menggeruduk kantor Wali Kota Medan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Salah satu alasan yang membuat ratusan warga Medan Utara geram dan menggeruduk kantor Wali Kota Medan, adalah adanya isu bahwa Pemko Medan akan melakukan peningkatan Kelas Jalan di Jalan Pancing I, Kecamatan Medan Labuhan.
Pimpinan aksi, Ilyas mengatakan isu peningkatan kelas jalan tersebut jelas ditolak mentah-mentah oleh warga.
Sebab, jika hal tersebut diberlakukan, maka truk-truk bermuatan besar berpuluh-puluh ton nantinya akan bebas berlalu lalang di jalan tersebut. Kondisi ini pun berpotensi menyebabkan kerusakan jalan yang semakin parah.
"Pertama terkait rencana Pemko Medan walaupun isunya masih katanya, perencanaan perubahan kelas jalan kali ini kami tolak, apapun upaya mereka kami tetap tolak kebijakannya karena kami minta kebijakan Pemko Medan itu berpihak kepada masyarakat, bukan kepada korporasi," katanya, Selasa (22/9/2020).
Ia mengatakan isu tersebut didapat dari seorang warga yang beberapa waktu lalu mengikuti audiensi dengan Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Dalam forum tersebut, sambung dia, Akhyar mengatakan bahwa pihaknya akan menaikkan kelas jalan tersebut.
"Kemarin Pak Ahyar pernah ada membuat pertemuan di jalan rajawali bersama rekan-rekan, ini kabarnya, salah satu pertanyaan dalam forum itu adalah apakah pak wali mengetahui polemik yang terjadi di Jalan Pancing 1, dia bilang tahu, lalu dia bilang akan kami naikan kelas jalannya itu keterangan dari kawan kita yang ada di dalam forum, yang langsung menanyakan itu ke pak Akhyar," ungkapnya.
Hal tersebut sontak membuat warga geram. Sebab, pihaknya telah memasang portal agar truk bermuatan besar tidak dapat lagi melintasi jalan tersebut.
"Jadi kita hanya minta klarifikasi kalau memang ini bukan suatu yang benar, kami butuh komitmen bahwasannya pemko Medan tidak akan menaikkan kelas jalan ataupun merubah status jalan. Tapi dari pemko Medan sejauh ini belum ada yang berani memberikan statement yang tegas jadi kami menunggu pak wali," ucapnya.
Ia mengatakan apabila pemko Medan benar-benar akan melakukan peningkatan kelas jalan, pihaknya akan menurunkan massa lebuh banyak lagi dan membuat petisi penolakan.
"Kita hanya butuh kepastian sikap kita nggak mau masyarakat capek, kita mau informasi yang jelas apakah mereka berpihak kepada kita masyarakat atau berpihak kepada korporasi. Kalau memang butuh kekuatan besar akan kami turunkan, kami akan lakukan apakah petisi ataupun gerakan-gerakan yang bisa menguatkan," ucapnya.
Terpisah, saat dimintai keterangan, Akhyar enggan berkomentar panjang terkait isu peningkatan kelas jalan tersebut.
"Orang jalannya aja masih rusak kok," katanya, saat ditemui di taman Candika Pramuka, Selasa (22/9/2020).
Saat Tribun-Medan.com menanyakan apakah Pemko Medan betul-betul memiliki rencana melakukan peningkatan Kelas Jalan di Jalan Pancing I, Akhyar enggan menjawab.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PU kota Medan, Zulfansyah mengatakan secara data jalan yang ada Jalan Pancing 1 tersebut merupakan jalan kelas 3.
"Dengan fungsi kolektor, yang berarti dimensi standard geometrisnya 3 sampai dengan 6 m, dengan rencana pembebanan yang diizinkan untuk beban gandar rodanya adalah kurang dari 8 ton, itu secara data. Realitanya jalan tersebut sudah didesain oleh Dinas PU sejak tahun 2018, adalah 9 m, dengan rencana beban gandar rodanya adalah 12 ton, jadi secara de facto jalan tersebut merupakan jalan kelas 2 meskipun secara de jure adalah jalan kelas 3," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demo-warga-medan-utara.jpg)