Update Covid19 Sumut 22 September 2020

Kasus Covid-19 di Nias Meningkat, RUSD Gunung Sitoli Akan Miliki Laboratorium PCR Sendiri

Edy menuturkan pengadaan Laboratorium PCR ini guna mempercepat identifikasi sebaran penularan Covid-19 di Nias.

TRIBUN MEDAN/HO
GUBERNUR Sumut Edy Rahmayadi memimpin rapat optimalisasi penanganan Covid-19 di Pulau Nias, Rabu (16/9/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, dalam waktu dekat Kepualauan Nias akan memiliki Laboratorium PCR sendiri.

Laboratorium ini akan dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Nias.

Hal ini disampaikan Edy saat berkunjung ke Kepulauan Nias, Senin (21/09/2020).

"Lab PCR kita tempatkan di RSUD Gunung Sitoli, rumah sakit rujukan Covid-19," kata Edy Rahmayadi di Gunung Sitoli, yang hadir bersama Pangdam I/BB, Mayjen TNI Irwansyah dan sejumlah pejabat lainnya.

Edy menegaskan, laboratorium tersebut sampai ke Gunungsitoli sesegera mungkin.

"Paling lambat Lab PCR akan sampai ke sini besok. Bila bisa dikirim hari ini kita kirim hari ini," katanya.

Edy menuturkan pengadaan Laboratorium PCR ini guna mempercepat identifikasi sebaran penularan Covid-19 di Nias.

"Selama ini untuk menguji sampel swab harus dikirim ke Medan. Proses itu sangat membutuhkan waktu yang lama, apalagi saat ini tranportasi dari dan ke Kepulauan Nias terbatas," katanya.

Gubernur Sumut Edy Lepas Jenazah Anggota DPRD Budieli Laia, Diberangkatkan ke Nias untuk Pemakaman

Ia berharap dengan adanya laboratorium PCR di Nias ini bisa mempercepat penanganan kasus Covid-19 di Nias.

"Jadi kita akan buat Lab PCR di rumah sakit ini sehingga ada kepastian untuk masyarakat kita. Mereka tidak perlu menunggu lama untuk hasilnya," tuturnya.

Lia Kusumawati dari Tim Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menambahkan, Laboratorium PCR itu memiliki kapasitas pengujian mencapai 188-192 sampel per hari.

Selama ini untuk mendeteksi covid-19, RSUD Gunung Sitoli masih menggunakan metode Test Cepat Molekular (TCM).

Namun saat ini catridge untuk TCM telah habis di Nias.

Kepulauan Nias Resmi Berlakukan Pengetatan Protokol Kesehatan, Ini Tanggapan Pihak KNIA

Dan untuk melanjutkan upaya pelacakan kasus dan mengetes masyarakat, disiapkan 2.850 Rapid Test Antigen, yang tingkat keakuratannya mencapai sekitar 70 persen.

"Sekali beroperasi, Lab PCR ini mampu menguji 96 sampel dengan kontrol negatif dan positif. Dalam satu hari Lab ini memungkinkan untuk dioperasikan dua kali. Jadi satu hari kita bisa menguji sekitar 192 sampel," kata Lia.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved