Kisah Cinta Sejati Seorang Tukang Sepatu, Rawat Istrinya Lumpuh 19 Tahun, Anak Mereka Masih Kecil

Koestomo bersama keluarganya tinggal di Dusun Bandung Krajan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ
Koestomo (59), telaten merawat istrinya yang mengalami sakit dan lumpuh sejak 19 tahun lalu. Bersama keluarganya, tukang sepatu ini tinggal di Dusun Bandung Krajan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Meski sempat merasa frustasi dan kelelahan, rasa sayang dan tanggung jawab Koestomo kepada istri dan anak-anaknya tak pernah luntur.

Menurut Koestomo, apa yang dialami istrinya merupakan situasi yang harus diterima dengan ikhlas dan lapang dada.

"(Istri) Itu amanah untuk saya, saya akan terus merawatnya. Saya akan menjaga dan melaksanakan amanah ini," kata Koestomo.

Selain istri yang menderita ALS hingga lumpuh, kondisi serupa juga dialami anak sulungnya, Dwi Ayu, delapan tahun lalu.

Mirip ibunya, Dwi merasakan gejala seperti ibunya kemudian mengalami lumpuh hingga saat ini.

"Ikhtiarnya sudah ke mana-mana, tapi enggak bisa sembuh sampai sekarang. Sebelum sakit, anak saya sempat bekerja di toko roti," tutur Koestomo.

Sejak beberapa tahun terakhir, Koestomo merawat istri dan anak sulungnya yang lumpuh secara bergantian.

Selepas itu, dia beranjak ke Pasar Desa Bandung untuk bekerja sebagai tukang sepatu, sebelum akhirnya memilih berhenti bekerja pada tujuh bulan lalu.

Pertimbangannya, kondisi istrinya semakin memerlukan perhatian intens dan tidak bisa ditinggalkan.

Bagi Koestomo, kondisi istri dan anaknya yang lumpuh menjadi tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

"Saya enggak bisa berpikir apa-apa lagi. Bagi saya (merawat istri dan anak) ini adalah amanah yang harus jalankan," tutur dia.

Karena tidak bekerja, kebutuhan harian untuk makan keluarga hanya mengandalkan bantuan saudara, tetangga, dan orang lain.

Bantuan pemerintah

Anak pertama Koestomo, Dwi sempat bekerja sebagai pelayan di toko roti, sebelum jatuh sakit dan lumpuh 8 tahun lalu.

Adapun Rizky Subhi (23), anak kedua Koestomo, bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan harian yang tidak pasti.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved