Kasus Penipuan Arisan Online Banyak Korban, Tetapi Tetap Diminati, Ini Kata Psikolog

Apalagi ketika mereka beranggapan profil adminnya cukup meyakinkan, Sarjana Psikologi dan peserta Indonesian Idol

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Salomo Tarigan
HO
Psikolog Irna Minauli 

Keinginan untuk segera memperoleh hasil juga menjadi salah satu ciri dari para peserta arisan model ini atau jenis investasi “bodong” lainnya.

Mereka tidak cukup sabar menunggu hasil dari bunga atau saham di lembaga resmi. Di sisi lain mereka juga tidak berani gambling untuk menanam modalnya untuk berdagang karena takut rugi dan merasa tidak cukup punya kemampuan.

"Kombinasi antara harapan yang tidak realistis serta keinginan untuk segera memperoleh hasil inilah yang mendorong orang mengikuti bisnis seperti ini," jelasnya.

Anehnya, ketika para pengikut arisan online sudah pernah mendengar kasus penipuan sebelumnya, namun ada semacam mekanisme pertahanan diri berupa “denial” atau penyangkalan.

Hal ini menyebabkan mereka beranggapan bahwa yang tertipu itu karena mereka bodoh atau tidak kenal dengan adminnya.

Mereka beranggapan bahwa mereka tidak mungkin akan tertipu. Kondisi penyangkalan ini juga yang membuat anggota keluarga lain tidak bisa mencegah mereka untuk tetap mengikuti arisan online ini.

"Apalagi ketika mereka beranggapan profil adminnya cukup meyakinkan, Sarjana Psikologi dan peserta Indonesian Idol," pungkasnya.

Akhirnya Kamar Diduga Tempat Mayat Ditanam Dibongkar Petugas dan Warga, Heboh Tanjung Sari Medan

(yui/T R IBUN-MEDAN.com) 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved