PSBB Jakarta Jadi Pemicu IHSG Anjlok, Transaksi Saham di BEI Dihentikan Sementara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan efektif diberlakukan mulai 14 September 2020.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) karena penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Kamis, 10 September 2020 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pukul 10:36:18 waktu JATS yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen," kata Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan persnya, Kamis (10/9/2020).
Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep- 00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
"Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:06:18 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," katanya.
• IHSG Anjlok, Transaksi Saham di BEI Dihentikan Sementara
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut Pintor Nasution menjelaskan perkembangan dari pasar saham domestik Kamis (10/9/2020) menunjukkan IHSG sempat dibuka menyentuh level -4,30% ke level 4.927,57. Sekitar pukul 10.37, kemudian IHSG turun -5% ke level 4.891,88 dan diberlakukan trading halt selama 30 menit.
"Saham-saham yang menjadi penggerak IHSG turun hari ini antara lain BBCA yang menjadi saham lagging terbesar 22,44 poin (3,28%), BBRI 21,91 poin (5,87%), dan BMRI 14,50 poin (6,06%). Adapun sektor miscellaneous industry, basic industry & chemical, dan finance melemah paling dalam pada perdagangan hari ini," katanya.
Sementara Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg pada hari ini berada pada level Rp14.820/USD. Ini melemah 0,14% dari sebelumnya sebesar Rp14.799/USD. Dari awal tahun hingga hari ini, Rupiah telah melemah sebesar 6,44% (YTD).
Aksi jual kata Pintor tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi juga pasar obligasi. Secara year to-date, net sell di pasar saham dan obligasi masing-masing sebesar USD2,22 miliar dan USD6,89 miliar.
• Kenaikan IHSG Dorong Reksa Dana Makin Menggeliat
"Nah yang menyebabkan IHSG babak belur adalah karena Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB total mulai 14 September 2020. Kita tahu semua Pusat Pemerintahan dan Pusat Perekonomian disana, sehingga Asing banyak melakukan Nett Sell untuk hari ini. Net sell investor asing per hari ini mencapai Rp355,95 miliar," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan efektif diberlakukan mulai 14 September 2020.
Mulai Senin 14 September, kegiatan perkantoran non-esensial bekerja dari rumah, bukan kegiatan usaha berhenti. Tetapi kegiatan jalan tetapi di rumah, perkantoran yang tidak diizinkan operasi. Akan ada 11 kegiatan esensial yang boleh beroperasi.
Adapun 11 bidang usaha yang diizinkan beroperasi di kantor, yaitu Kesehatan, Bahan pangan/makanan/minuman, Energi, Komunikasi dan teknologi informasi, Keuangan, Logistik, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, Pemenuhan kebutuhan sehari-hari. (sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bursa-efek-indonesia-medan.jpg)