Fadli Zon Turut Komentari Pernyataan Puan Maharani Soal Sumbar, Singgung Pahlawan Nasional

Ucapan Puan Maharani yang menjadi polemik itu disampaikan saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar yang didukung oleh PDIP.

Eno/Man (dpr.go.id)/Instagram @fadlizon
Puan Maharani - Fadli Zon 

Pernyataan itu dinilainya membangkitkan semacam rasa etnonasionalisme.

"Karena orang Minang ini secara sejarah, punya banyak peran sejarah di masa lalu. Setidaknya ada tiga yang ikut merumuskan pancasila dari sini, Mohammad Hatta, M Yamin, Agus Salim," papar Fadli Zon.

Fadli Zon bahkan menyatakan, pahlawan nasional yang jumlahnya hampir 15 persen dari keseluruhan tokoh pahlawan nasional.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada kontribusi dari yang lain, tetapi kebetulan di masa itu banyak sekali peranan tokoh Minang.

Fadli Zon menyatakan, majalah Tempo pernah membuat serial 4 pendiri republik dan 3 di antaranya orang Minang.

"Saya selalu mengatakan secara provokatif, berarti negara Indonesia ini sahamnya 75 persen orang Minang. Saya termasuk orang yang menginginkan Bukittinggi menjadi kota perjuangan," terang Fadli Zon.

Hal itu agar Bukittinggi diperhatikan khusus, seperti halnya Surabaya dijuluki Kota Pahlawan.

"Jadi kalau kota perjuangan Bukittinggi, maka dia punya saham dan anggaran dari pusatnya harusnya spesial," ucap Fadli Zon.

Bukittinggi,lanjut Fadli, memiliki peran yang sangat krusial karena pernah menjadi ibukota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

"Alasannya cukup jelas, karena di Sumatera Barat pernah menjadi kekuatan negara di saat sangat-sangat krusial. Kalau tidak ada PDRI, tidak ada namanya Republik Indonesia lagi," tegas Fadli Zon.

Hal itu menjadi alasan menurutnya ada perhatian khusus bagi Bukittinggi, Sumatera Barat.

PKS Minta Puan Maharani Minta Maaf

 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PKS Handi Risza menyikapi pernyataan Puan yang meminta Provinsi Sumbar mendukung negara Pancasila.

"Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini," papar Handi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved