Bikin Tercengang! Ternyata Masih Banyak Ditemukan Bahan Peledak saat Inspeksi di Pelabuhan Beirut

Masyarakat takut jika masih ada bahan berbahaya di pelabuhan yang disimpan dengan cara tidak benar, membuat nasib mereka dalam risiko.

ist
Foto ledakan di Beirut dari salah satu apartemen yang terkena ledakan 

TRI BUN-MEDAN.com -  Kamis kemarin mengutip Reuters militer Lebanon mengatakan mereka masih temukan 4.35 ton amonium nitrat.

Lokasi penemuan bahan ledakan yang ciptakan tragedi ledakan di pelabuhan Beirut bulan lalu itu berada di pintu masuk pelabuhan Beirut.

Lokasinya sama dengan lokasi ledakan hebat yang juga disebabkan bahan peledak yang sama.

Saat ini, teknisi militer sedang "mengurusi" bahan peledak tersebut, seperti disampaikan agen media pemerintah NNA.

Presiden Prancis Jadi Sasaran Amuk Warga Lebanon saat Kunjungi Lokasi Ledakan Maha Dahsyat, Ada Apa?

Sebuah helikopter menyiramkan air di lokasi kejadian di mana terjadi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, pada 5 Agustus. Warga setempat tersentak ketika terjadi ledakan pada Selasa (4/8/2020).
Sebuah helikopter menyiramkan air di lokasi kejadian di mana terjadi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, pada 5 Agustus. Warga setempat tersentak ketika terjadi ledakan pada Selasa (4/8/2020). (AP PHOTO/Hussein Malla)

Tepat sebulan setelah ledakan Lebanon 4 Agustus lalu yang membunuh 191 warga, polisi nyatakan jika penyebab ledakan tersebut adalah stok amonium nitrat yang disimpan serampangan bertahun-tahun di pelabuhan.

Ledakan itu mencederai 6000 warga.

Sejak itu kondisi Lebanon kian kacau: pemerintahan sepakat mengundurkan diri di tengah kemaran publik, krisis ekonomi meningkat dan kondisi terparah pun dihadapi oleh para warga.

Masyarakat takut jika masih ada bahan berbahaya di pelabuhan yang disimpan dengan cara tidak benar, membuat nasib mereka dalam risiko.

Perdana Menteri Lebanon dan Sejumlah Menteri Mundur, Hassan Diab: Semoga Tuhan Melindungi Lebanon

Demonstran memenuhi jalanan Beirut, Lebanon setelah ledakan 4/8/2020 selama seminggu penuh
 
Demonstran memenuhi jalanan Beirut, Lebanon setelah ledakan 4/8/2020 selama seminggu penuh

Bahan bakar bocor

Kamis kemarin bersamaan dengan saat Presiden Michel Aoun meminta perbaikan di infrastruktur pengisian bahan bakar tua di bandara Beirut.

Ia juga meminta investigasi tentang laporan ribuan liter bahan bakar bocor dari sistem tersebut.

Pemimpin Hizbullah dengan Tegas Menolak Tidak Terlibat dengan Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon

Sementara itu, kepala bandara Beirut Fadi el-Hassan mengatakan dalam konferensi pers jika kebocoran 84 ribu liter bahan bakar telah terjadi sejak Maret 2019 dan perbaikan sudah diselesaikan dalam 2 bulan.

Ia sebutkan investigator internasional telah menggambarkan perbaikan tersebut "memuaskan".

Berita kebocoran itu juga menambah kekhawatiran keselamatan publik.

Namun Hassan mengatakan dalam konferensi pers jika "tidak ada ledakan yang menunggu kita."

Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Bulan September dan Daftar Pelanggan PLN yang Tarifnya Turun

Emmanuel Macron, Presiden Perancis, jadi sasaran kemarahan warga Lebanon yang sudah 'tidak kuat' dengan krisis mereka
 
Emmanuel Macron, Presiden Perancis, jadi sasaran kemarahan warga Lebanon yang sudah 'tidak kuat' dengan krisis mereka
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved