News Video
Sarpan Berdamai dengan Oknum Polisi yang Menyiksanya hingga Babak Belur di Polsek Percutseituan
Kasus penyiksaan Sarpan berakhir dengan kesepakatan damai di Polrestabes Medan, Senin (31/8/2020)
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus penyiksaan Sarpan berakhir dengan kesepakatan damai di Polrestabes Medan, Senin (31/8/2020).
Sarpan adalah saksi kasus pembunuhan yang mendapat penyiksaan oleh oknum polisi di Polsek Percutseituan.
Wajahnya lebam hingga disetrum oleh petugas.
Akibat peristiwa ini beberapa pejabat di Polsek Percutseituan dicopot dari jabatannya, termasuk kapolsek.
Teranyar, Sarpan mencabut laporan penyiksaan dirinya.
Sarpan mengaku tak ada paksaan.
Pernyataan Sarpan tersebut tertuang dalam dalam video berdurasi selama 51 detik.
Tonton videonya:
Dirinya juga mengatakan bahwa kedua belah pihak; keluarga Sarpan dan kepolisian tidak ada tuntutan ataupun paksaan.
"Saya, Sarpan sudah mencabut laporan saya yang berada di Polsek Percut Seituan, Polrestabes Medan, dan saya juga dari kedua belah pihak tidak ada tuntutan apapun," ungkap Sarpan.
Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak akan melanjutkan laporan tersebut ke ranah hukum di pengadilan.
"Saya sudah menyelesaikan dan tidak lagi membawanya ke proses hukum pengadilan, saya juga kedua belah pihak sudah menyetujui tidak akan ada tuntutan apa lagi," lanjutnya.
Dan permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Dan tidak ada paksaan apapun, secara kekeluargaan," pungkasnya.
(cr3/tribun-medan.com)