Breaking News

Tokoh Lintas Agama Sambut Baik Deklarasi KITA, Rencanakan Bangun Pesantren Melodia

Tokoh agama turut mendukung penuh atas deklarasi yang disampaikan dalam menjaga keutuhan bangsa dalam konsep Kebhinnekaan.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DEKLARASI KITA yang didukung oleh Forum Kebinekaan Indonesia Bersatu (FKIB) di pelataran Monumen Pahlawan Raja Sisingamangara XII, Jalan Dr. GM. Panggabean Medan, Kamis (27/8/2020). 

Tri bun-Medan.com, Medan - Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menggandeng Forum Kebinekaan Indonesia Bersatu (FKIB) dengan enam tokoh lintas agama dalam agenda deklarasi di pelataran Monumen Pahlawan Raja Sisingamangara XII, Jalan Dr. GM. Panggabean Medan, Kamis (27/8/2020).

Dalam kegiatan ini, para tokoh agama turut mendukung penuh atas deklarasi yang disampaikan dalam menjaga keutuhan bangsa dalam konsep Kebhinnekaan.

Diantaranya ada Beatus Munthe selaku tokoh agama Protestan yang yang tergabung dan FKIB.

Munthe mengungkapkan rasa senangnya dengan adanya KITA yang turut menggaungkan persatuan bangsa dalam keagamaan.

"Kita senang sebagian besar orang (KITA) memberi perhatian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa ini. Dari yang saya lihat sejauh ini, kesatuan dan persatuan bangsa antaragama di kota madya Medan sangat baik dan kondusif. Karena kita bergabung di FKBI dengan didalamnya ada enam tokoh lintas agama, maka kita turut ikut serta di sini," ungkap Beatus.

Deklarasi KITA di Monumen Sisingamangaraja XII Medan, RE Nainggolan: NKRI Harga Mati

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Koordinator FKIB, Ustaz Martono. Martono menuturkan bahwa FKIB akan tetap mendukung dari pihak beberapa elemen yang bertujuan ingin membantu mempersatukan bangsa. Ia menegaskan mendukung adanya KITA bukan untuk berpolitik namun memberikan dukungan doa.

"Saya di sini selaku tokoh agama bersifat independen, siapapun yang melakukan kebaikan untuk bangsa dan negara kami mendukung. Kita disini tidak berpolitik, tapi hanya dukungan berupa doa kepada siapapun yang ingin membangun negeri ini," ujar Martono.

Martono menjelaskan bahwa dengan hadirnya KITA di Medan ini, akan segera terbangun pusat pembelajaran berupa pesantren yang akan menyiarkan mengenai toleransi dan persatuan.

"Dalam deklarasi pusat, akan menyatakan akan memberantas terorisme yang sifatnya moderat, dan tidak melulu mengkaji islam, tapi islam yang rahmatan alamin. Untuk lokasinya kita belum tahu, tapi nanti akan koordinasi dengan RE Nainggolan. Pembangunan ini akan dilaksanakan secepat mungkin," tutur Martono.

Sebelum Dideklarasikan di Medan, KITA Ziarah di Makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII

Pernyataan Martono ini tidak hanya ucapan semata. Koordinator KITA, KH Maman Imanulhaq sekaligus anggota DPR RI membenarkan jika dalam waktu sesegera mungkin akan segera membangun Santri Melodia sebagai bentuk pemersatu dalam perdamaian.

"Kita akan melakukan pembangunan Melodia Santri. Santri Melodia terdiri dari 25 angkatan per tahun dan akan menjadi 6 tahun mereka bersekolah disini, pak RE Nainggolan akan menyediakan fasilitasnya yang akan kita bantu.

Kurikulumnya adalah bagaimana akan ada nilai keagamaan yang moderat, nilai keagamaan yang toleran dan damai. Mereka akan diajarkan menulis lagu, menyanyi lagu dan menyebarkan perdamaian lewat musik," kata Maman.

Dalam hal ini, Martono selaku ketua FKIB berharap pihak dari elemen masyarakat dapat selalu membangkitkan nilai cinta tanah air di tengah masyarakat.

"Kita berharap terhadap elemen-elemen bangsa untuk selalu menggunakan paham-paham tertentu untuk membangkitkan semangat Islam yang begitu sempit, tolonglah mari kita bersama-sama memberi edukasi kepada masyarakat bahwasannya cinta tanah air merupakan bagian dari iman," pungkasnya.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved