Sinabung Kembali Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter di Atas Puncak Gunung

Ketinggian kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung, atau kurang lebih 3.620 meter di atas permukaan laut (mdpl).

TRIBUN MEDAN/HO
AKTIVITAS erupsi Gunung Sinabung yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak gunung, Selasa (25/8/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali tercatat mengalami tingkatan aktivitas. Informasi yang didapat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Sinabung, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali erupsi, Selasa (25/8/2020).

Petugas Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, membenarkan adanya aktivitas erupsi dari dalam Gunung Sinabung.

Dirinya menyebutkan, erupsi kali ini tercatat terjadi sekira pukul 13.26 WIB. Dengan ketinggian kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung, atau kurang lebih 3.620 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Benar, tadi kita baru saja kembali merekam adanya aktivitas erupsi dari Gunung Sinabung, dengan ketinggian kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung," ujar Armen.

Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Dinkes Karo Sebut Hampir 300 Warga Mengeluh ISPA

Armen mengatakan, berdasarkan pemantauan secara visual kolom abu teramati berwarna kelabu tebal, dengan condong mengarah ke arah Barat dan Barat Laut. Dirinya menyebutkan, untuk erupsi ini terekam di alat pendeteksi getaran (seismic) dengan amplitudo maksimum 14 mm.

"Untuk arah angin kita lihat condong ke Barat dan Barat Laut. Sedangkan durasinya, terpantau selama kurang lebih empat menit 49 detik," ucapnya.

Diketahui, sebelumnya Sinabung juga mengalami erupsi sekira pukul 10.50 pagi tadi.

Namun pada erupsi pertama di hari ini, kolom abu tidak dapat teramati karena puncak gunung tertutup awan.

"Kalau tadi pagi, amplitudo maksimumnya tercatat 30 mm, dengan durasi kurang lebih empat menit sembilan detik," katanya.

Intensitas Hujan di Lingkar Sinabung Tinggi, Jalan Antarkecamatan Terputus karena Lahar Dingin

Armen menjelaskan, sampai saat ini aktivitas vulkanik tremor Sinabung masih terus terekam fluktuatif.

Namun, kondisinya sudah sedikit menurut dibandingkan sebelum erupsi tadi.

Meskipun begitu, dirinya mengatakan pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak aman dan menjauhi zona merah yang telah ditetapkan. (cr4/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved