PENJELASAN BMKG terkait Hujan Es di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo

"Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah pembekuan, di mana uap air lewat dingin tertarik , ,

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
T R IBUN-MEDAN.com / HO
Peristiwa hujan es di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (20/8/2020) sore. 

T R I BUN-MEDAN.com, Medan - Baru-baru ini, warga Kabupaten Karo dikejutkan dengan adanya fenomena hujan es di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.   

Atas kejadian pada Kamis (20/8/2020) tersebut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memberikan keterangan.

Kepala BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan menyampaikan bahwa hujan es terjadi akibat pendinginan uap air di atmosfer.

"Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses  pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku," ujar Edison Kurniawan saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/8/2020).

Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.

"Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semua es mencair," lanjutnya.

Dia juga menyampaikan bahwa hujan es tidak hanya terjadi di negara subtropis, tetapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bagaimana terjadinya hujan es dengan proses lain.

"Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah pembekuan, di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es," terangnya.

"Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar," sambungnya.

Dia menuturkan bahwa hujan es biasanya disertai puting beliung dengan waktu yang relatif singkat.

"Hujan es disertai biasanya juga disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) di dekat permukaan bumi, dapat juga berasal dari awan multisel, dan pertumbuhannya secara vertikal, dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 hingga 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 hingga 5 menit atau bisa juga 10 menit tetapi jarang," sambungnya.

Dia juga menyampaikan bahwa hujan es tersebut hanya bersifat lokal.

"Oleh karena itu peristiwa ini hanya bersifat lokal dan tidak merata, jenis awan berlapis-lapis ini menjulang kearah vertikal sampai dengan ketinggian 30.000 kaki lebih," terangnya.

"Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB)," pungkasnya. (cr3/t ri bun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved