Anaknya Sekarat di Pekarangan, Ibu Ini Justru Pergi Mabuk-mabukan di Kafe, Kisahnya Bikin Pilu!

Namun sayang setelah pulang ke rumah, ia akhirnya menemukan Robyn sudah mati, ambulans akhirnya dipanggil

Daily Record
Robyn Goldie ditelantarkan ibunya secara ekstrem hingga meninggal. 

TRI BUN-MEDAN.com - Sharon Goldie, 45, meninggalkan Robyn Goldie yang berusia 13 tahun di rumah meskipun remaja yang sakit itu memohon bantuan.

Goldie kemudian menemukan putrinya terpuruk di sofa, meskipun begitu, ia lebih memilih pergi ke taman untuk minum-minum bersama seorang teman.

Namun sayang setelah pulang ke rumah, ia akhirnya menemukan Robyn sudah mati, ambulans akhirnya dipanggil, menyadur dari Daily Record.

Seorang hakim dalam persidangan pada hari Kamis mendapatkan keterangan dari saksi bahwa gadis yang masih sekolah itu diabaikan secara ekstrem selama setahun sebelum kematiannya.

Update Data COVID-19 di Sumatera Utara hingga 21 Agustus 2020, Total Berjumlah 5.978 Orang

Rupanya semasa hidupnya, ia juga terpaksa meminta bantuan seseorang untuk mendapatkan makanan dengan uang £ 1.

Rincian mengejutkan muncul saat Goldie muncul di Pengadilan Tinggi di Glasgow.

Dia dinyatakan bersalah atas tuduhan mengenai Undang-Undang Anak-anak dan Orang belia karena dengan sengaja memperlakukan dan mengabaikan Robyn, yang meninggal setelah menderita sakit maag hingga lambung pecah.

Jaksa menerima pengakuan tidak bersalah Goldie atas pembunuhan putrinya yang bersalah.

8 Selebriti Meninggal dengan Misterius dan Menghebohkan, Ada yang Diduga Korban Mal Praktek

Dan Goldie baru akan mengetahui nasibnya bulan depan.

Robyn tinggal bersama Goldie hingga dia berumur empat tahun dan pernah terpaksa menelepon perusahaan gas karena mengeluh kedinginan.

Hal ini menyebabkan anak tersebut tinggal bersama neneknya hingga 2017 dalam apa yang digambarkan sebagai "kehidupan yang stabil".

Robyn kemudian kembali ke ibunya di Wishaw, Lanarkshire, karena dia akan memulai sekolah menengah.

Daily Record
 

Mengulik Kawah Putih Tinggi Raja di Simalungun yang Mirip Hot Spring Pamukkale di Turki

Namun, dalam pengadilan para pekerja sosial terus memantau pasangan tersebut.

Jaksa Ashley Edwards QC berkata, “Goldie ditawari dalam berbagai kesempatan untuk menghadiri kelas parenting, namun dia menolak untuk hadir. ”

Di dalam pengadilan dijelaskan bagaimana Robyn memberi tahu seorang teman bahwa dia tidak suka dengan ibunya yang hobi minum-minum.

Pada saat inilah Goldie sering keluyuran ke Melody Bar di Wishaw.

Curhat Nora Alexandra, Diminta Netizen Ceraikan Jerinx SID, Langsung Beri Jawaban Menohok

Nona Edwards berkata, “Robyn sering terlihat mencari Goldie dan meminta uang untuk membeli makanan."

"Dia juga sering mendekati tetangga meminta £ 1 untuk mendapatkan makanan. ”

Nona Edwards mengatakan di pengadilan: “Pada suatu kesempatan (di pub), Goldie terdengar mengatakan, 'Aku sangat muak dengan anakku. Aku harap dia akan kembali tinggal dengan neneknya."

Di pengadilan juga terungkap bahwa Robyn memberi tahu teman-temannya bagaimana Goldie yang mabuk akan menawarkan ganja dan alkoholnya sambil bersikeras dia tidak ingin Robyn di rumah.

Pencuri Motor Ini Awalnya Gasak Yamaha Vega, Kemudian Tergiur Lihat Vario, Akhirnya Ditukar

Seminggu sebelum kematiannya, Robyn diberi obat penghilang rasa sakit setelah mengeluh sakit di bagian perut dan kakinya.

Pada 21 Juli, Goldie kemudian memberi tahu staf di Melody Bar bahwa dia telah mengunci putrinya di rumah agar putrinya tidak bisa keluar rumah.

Tiga hari kemudian, Robyn mengirim sms kepada neneknya dan mengatakan bahwa dia merasa jauh lebih baik.

Malam itu, Robyn mengatakan kepada Goldie untuk mendapatkan bantuan medis karena dia merasakan sakit di sekujur tubuh, namun Goldie menolak untuk menghubungi ambulans.

Karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa yang diberikan oleh teman-teman sekolah terhadap Goldie di pagar rumahnya.
Wishaw Press
Karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa yang diberikan oleh teman-teman sekolah terhadap Goldie di pagar rumahnya.

Inovasi Belajar di Tengah Pandemi, Guru SMP di Medan Ini Ajak Siswa Berkreasi Melalui Buku Pintar

Teman Goldie yang lain mengatakan dia akan pergi dengan Robyn naik taksi ke rumah sakit, namun dia malah mengklaim bahwa anak gadisnya itu sedang mencari perhatian.

Pada tanggal 26 Juli, hari Robyn meninggal, di pengadilan terungkap bahwa kemungkinan besar tukak lambungnya telah pecah.

Pada pukul 9.40 pagi, seorang pekerja sosial muncul untuk membawa Robyn ke kelas katering.

Namun, Nona Edwards berkata, "Goldie berbicara melalui kotak surat menjelaskan bahwa Robyn tidak sehat sejak Kamis sebelumnya."

Jadi Tuan Rumah Liga 2, PSMS Masih Tunggu Pembagian Jadwal dan Drawing Pertandingan

Namun, meskipun putrinya sakit, Goldie tetap pergi ke pub.

Dia kemudian kembali ke rumah dengan seorang teman untuk menemukan Robyn telah terperosok di sofa.

Nona Edwards berkata, "Goldie dan seorang pria pergi ke lemari es dan akhirnya minum-minum lagi dan pergi ke luar rumah karena cuacanya bagus."

Tak lama kemudian, pria itu memeriksa Robyn dan baru sadar bahwa dia sudah mati.

Aset Perbankan di Sumut Tumbuh 6,12 Persen Menjadi Rp 267,69 Triliun

Sebuah ambulans dipanggil tetapi setelah diberitahu bahwa putrinya telah meninggal, Goldie hanya meratap, "Tidak, dia tidak mungkin meninggal."

Robyn ditemukan meninggal karena peritonitis akibat ulkus perforasi.

Seorang petugas medis senior menyimpulkan bahwa jika remaja tersebut dirawat selama penyakitnya, maka besar harapannya untuk bertahan hidup.

Di Pengadilan akhirnya terungkap, ternyata Goldie menderita cedera otak setelah kecelakaan mobil saat kecil.

(Ervananto Ekadilla/Adrie P. Saputra/Suar.ID)

Artikel ini sudah tayang di Suar dengan judul : Lihat Anak Gadisnya Sedang Sekarat di Rumah, Ibu Ini malah Keluyuran dan Minum-minum di Kafe, Endingnya Tragis!

Sumber: Suar.id
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved