TRIBUN-MEDAN-WIKI: Brandan Bumi Hangus, Jejak Pertempuran Lawan Belanda, Kota Minyak Jadi Lautan Api
Sejarah mencatat, Pangkalan Brandan menjadi salah satu daerah yang memiliki nilai historis tentang perjuangan rakyat Indonesia melawan Kolonial Beland
Pada masa itu, Ibu Kota Kabupaten Langkat yang ditempatkan di Binjai, pun lumpuh.
Akhirnya, Bupati Langkat, Adnan Nur Lubis berjalan kaki dari Binjai menuju Pangkalan Brandan selama lima hari.
Perjalanan itu diikuti oleh pejabat dari dinas atau Djawatan Penerangan, Djawatan Kebersihan, dan lainnya.
Setelah sampai di Pangkalan Brandan, akhirnya Ibu Kota Kabupaten Langkat dipindahkan dari Binjai ke Pangkalan Brandan.
Pemindahan ibu kota itu dilakukan karena negara dalam keadaan darurat. Beberapa tahun berselang, ibu kota Langkat akhirnya dipindahkan lagi ke Binjai, tepatnya tahun 1950.
Belanda, yang kala itu sudah menaklukkan Binjai dan Stabat, lalu mengarahkan serangan ke Tanjungpura.
Pihak Belanda membuat ancang-acang serangan pada tanggal 28 Juli 1947, untuk menaklukan Tanjungpura.
Belanda mendapat perlawanan sengit untuk memasuki kawasan Tanjungpura. Rakyat bersama pasukan dari Tentara Keamaanan Rakyat memberi perlawanan.
Dalam cacatan sejarah, pejuang Indonesia berhasil mendesak tentara Belanda dan sempat menduduki Stabat selama 6 jam.
Namun, bantuan untuk pasukan Belanda langsung tiba. Mustang (pesawat Belanda) menembaki pasukan pejuang hingga akhirnya Stabat jatuh kembali ke tangan Belanda.
Perlawanan sengit rakyat Indonesia tak lantas menghalangi niat Belanda untuk menguasai Pangkalan Brandan.
Untuk memuluskan rencana itu, Belanda kembali mengatur strategi penyerangan Kota Tanjungpura pada tanggal 4 atau 5 Agustus 1947.
Pada tanggal 2 Agustus, para pejuang di Tanjungpura kemudian membakar Istana Kesultanan Langkat.
Untuk diketahui, pada 1946 di Istana terjadi revolusi sosial. Jadi, istana tersebut kosong. Pintu, jendela dan bangunan rusak karena serangan dari pembesar kerajaan Langkat.
Jadi, dalam keadaan kosong Istana Langkat dibakar oleh pejuang. Dua bangunan istana, 16 gedung rumah pangung milik para datuk-datuk dihancurkan. Bahkan, museum Langkat juga diledakkan. Namun, gedung itu tidak hancur total, hanya kerusakan bagian atap saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/brandan-bumi-hangus-1.jpg)