Demo Sambil Bawa Anak, Warga: 75 Tahun RI Merdeka, Kampung Titi Payung Belum Teraliri Listrik
Puluhan warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Deliserdang, Jumat (13/8/202
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
"Saya jujur ya pak, saya lahir sejak tahun 1971 sampai sekarang aliran listrik belum pernah kami nikmati. Senang kali lihat di kantor ini lampu terang. Sudah lama kami berjuang tapi sampai sekarang listrik belum ada juga di tempat kami. Hari ini kami mau dapat jawaban pasti dan tertulis kapan bisa hal itu disediakan untuk kami. Kalau tidak kami akan tetap terus di tempat ini," kata Sutar Saragih.
Sementara Nenek Salnije (70) menyebut sejak lahir dirinya belum pernah menikmati listrik di dalam rumah. Ia kasihan saat ini cucu-cucunya belum pernah menikmati listrik. Untuk persoalan belajar cucu-cucunya pun kebingungan sekarang ini.
"Tolonglah kami pak. Dah berpuluh-puluh tahun kami seperti ini pak. Kalau enggak percaya tengok lah pak ke tempat kami. Kalau belajar ya harus siang hari, kalau malam cucu mana bisa belajar," kata Nek Salije.
Wagiran, warga lainnya, berharap agar hal ini bisa menjadi perhatian khusus Bupati Deliserdang.
"Tolong lah pak kampung kami sudah tertinggal kali. Adakan lah listrik di kampung kami. Agar mudah juga anak-anak kami belajar," ucap Wagiran.
Kades Naga Timbul Elis Dawani Siregar menyebut saat ini ada 17 Kepala Keluarga (KK) lagi di desanya yang belum mendapatkan aliran listrik.
Disebut tanah yang ditempati oleh warganya itu adalah tanah sendiri, bukan tanah pihak perkebunan Lonsum. Ia memperkirakan ada sekitar 60 jiwa yang saat ini tinggal di kampung Titi Payung.
"Kalau usaha sudah dari dulu. Aspirasi masyarakat pun sudah pernah disampaikan ke DPRD secara langsung. Tapi ya memang sampai sekarang belum ada realisasi," kata Elis.
Camat Tanjung Morawa, Marianto Irawadi mengakui kalau hal ini adalah bagian dari tanggungjawabnya. Ia mengaku, beberapa waktu lalu sudah pernah mencari tahu apa yang sebenarnya menjadi kendala sehingga harapan masyarakat tidak terealisasi.
Ia pun mengaku sudah berkordinasi dengan pihak PT Lonsum dan PLN.
"Saya merasa memang belum pas kalau enggak ada listrik sekarang di Titi Payung. Tentu ini tanggungjawab saya sebagai Camat. Cuma yang bisa saya lakukan sesuai tupoksi saya. Saya juga sedih melihat warga di sana. Di saat ini harus belajar daring anak-anak di rumah namun terkendala. Sempat saya tanya sama Kades ada kendala di Lonsum dan setelah saya kordinasi mereka bersedia. Sama pihak PLN pun sudah kordinasi dan mereka bersedia cuma karena covid ini diagendakan tahun depan," kata Marianto.
Mendengar janji tersebut, masyarakat pun sempat menolak. Disebut jika memang bisa tahun ini mengapa harus tahun depan.
Terkait hal ini Staf Ahli Bupati Jentralin Purba pun berjanji kalau dalam waktu dekat mereka akan kembali mengundang pihak PLN maupun PT Lonsum untuk mengambil langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar keinginan masyarakat bisa terealisasi.
"Saya juga terkejut pertama kali dapat informasi masih ada yang belum dialiri listrik," kata Jentralin.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demo-aliran-listrik-di-titi-payung-deliserdang.jpg)