Demo Sambil Bawa Anak, Warga: 75 Tahun RI Merdeka, Kampung Titi Payung Belum Teraliri Listrik

Puluhan warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Deliserdang, Jumat (13/8/202

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Deliserdang, Jumat (13/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan warga Kampung Titi Payung Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Deliserdang, Jumat (13/8/2020).

Massa menuntut agar Pemkab Deliserdang mempunyai kepedulian terhadap kampung mereka.

Pasalnya, hampir 75 tahun Indonesia merdeka namun hingga saat ini Kampung Titi Payung belum teraliri listrik.

Meski berada di area perkebunan kelapa sawit PT Lonsum, namun masyarakat meyakini bukan berarti tidak ada cara agar aliran listrik bisa masuk ke kampung mereka.

Disebut kampung mereka seperti daerah yang jauh tertinggal.

Untuk lampu penerangan pada malam hari mereka hanya menggunakan lampu sentir.

Warga menyebut sudah lama menantikan aliran listrik bisa masuk ke kampung mereka.

Tidak hanya kalangan orangtua yang menjadi bagian dari masa anak-anak sampai balita pun ikut dibawa ke depan kantor Bupati.

"Pak Bupati kami cuma pingin listrik. Udah 75 tahun merdeka ini," teriak salah satu massa.

Setelah beberapa menit melakukan aksi beberapa perwakilan massa pun langsung diterima oleh Pemkab.

Saat itu aspirasi mereka langsung ditampung oleh Staf Ahli Bupati, Jentralin Purba dan juga Camat Tanjung Morawa, Marianto Irawadi. Hadir juga saat itu Kades Naga Timbul, Elis Dawani Siregar.

Pertemuan yang digelar sempat memanas. Seorang perwakilan massa sempat terpancing dan menggebrak meja saat mendengar pengakuan Kades Elis Dawani yang menerangkan panjang lebar bukan dirinya tidak perduli selama ini terhadap warga Kampung Titi Payung.

Insiden itu membuat suasana memanas. Satpol PP pun sempat terlibat adu mulut dan mencoba mengeluarkan orang yang memukul meja. Karena berhasil ditenangkan pertemuan pun kembali mencair.

Banyak hal yang disampaikan perwakilan massa saat itu. Mereka intinya meminta agar Pemkab lebih perhatian.

Jika persoalan ini tidak akan diselesaikan juga dalam waktu dekat mereka disebut akan terus menuntutnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved