Pascakericuhan di Pesta Pernikahan, Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai Diganti, Ini Penggantinya
Kombes Andy Rifai akan menempati jabatan baru sebagai Kabid TIK Korps Brimob Polri.
TRIBUN-MEDAN.com - Kombes Pol Ade Safri resmi menjabat sebagai Kapolresta Solo per hari ini, Selasa (11/8/2020).
Ade Safri menggantikan Kombes Pol Andy Rifai.
Kombes Andy Rifai akan menempati jabatan baru sebagai Kabid TIK Korps Brimob Polri.
Mutasi itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2248/VIII/KEP./2020 tanggal 8 Agustus 2020.
Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat serah terima sebagai Kapolresta Solo di aula Gedung Borobudur, kompleks Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (11/8/2020). (TribunSolo.com/Istimewa)
Proses sertijab Kapolresta Solo berlangsung di aula Gedung Borobudur, kompleks Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.
Pelantikan dilakukan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Bertanggungjawab soal keamanan di kampung Jokowi, siapakah Ade Safri Simanjuntak?
Dikutip dari laman resmi Akpol, Ade Safri merupakan alumni Akpol angkatan 1993.
Ia lahir di Surabaya, 26 Desember 1974 (45 tahun).
Mengutip dari Tribunjateng, Ade Safri lulus dari Akpol tahun 1996.
Ia berpengalaman di bidang reserse.
Sebelum menjabat sebagai Kapolresta Solo, ia menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Lampung.
Sebelumnya, beberapa jabatan strategis pernah ia emban termasuk di wilayah Solo Raya.
Di antaranya ia pernah menjabat sebagai Kapolres Karanganya, kabupaten yang bersebelahan dengan Solo, di tahun 2016.
Berikut karier Ade Safri:
- Kasat Lantas Poltabes Surakarta
- Kapolres Karanganyar (2016)
- Wadirsabhara Polda Jabar (2017)
- Dirreskrimsus Polda Lampung (2020)
- Kapolresta Surakarta (2020)
Pekerjaan Rumah Ade Safri
Sebagai Kapolresta baru, Ade safri memiliki sjeumlah pekerjaan rumah.
Terbaru yakni kasus penyerangan pernikahan keluarga Umar Assegaf di Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap sejumlah pelaku.
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan, polisi sudah menangkap diduga pelaku lain.
"Ada yang sudah kami amankan, tapi nanti akan dirilis," jelas AKP Purbo kepada TribunSolo.com, Selasa (11/8/2020).
AKP Purbo enggan menyebutkan berapa orang yang diamankan.
Sebelumnya, sebanyak 2 terduga pelaku kejadian penyerangan terhadap sebuah rumah di kawasan Metrodanan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo telah ditangkap pihak kepolisian.
Penangkapan itu dilakukan selang sehari pasca kejadian penyerangan yang dilakukan oknum organisasi massa (ormas).
Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, menjelaskan penangkapan baru dilakukan selang sehari lantaran saat itu kepolisian fokus menyelamatkan korban.
"Kita pada waktu itu fokus menyelematkan para korban," jelas Andy, Senin (10/8/2020).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Kapolresta Solo yang Baru, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Berpengalaman di Reserse
Inilah kronologi Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai harus rela kena pukul oknum ormas saat membubarkan sebuah pernikahan.
Peristiwa itu terjadi saat Kapolresta berusaha mengevakuasi korban di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020).
Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai (Tribun Jateng/ Rifqi Gozali)
"Waktu berupaya melindungi korban, mereka (oknum ormas) sempat memukul saya," kata Andy, Minggu (9/8/2020).
• PENYANYI ANJI Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Sebagai Saksi Video Obat Covid-19
• Terungkap Alasan Dul Jaelani Tak Mau Panggil Mulan Jameela dengan Sebutan Mama
"Namun, saya tetap bertahan mengamankan korban," tambahnya.
Andy mengaku tidak mengingat berapa jumlah pukulan yang mengenai dirinya saat mengevakuasi korban.
"Saya tidak ingat," ujarnya.
"Waktu itu kita sampaikan korban akan keluar rumah.
Tetapi pada saat perjalanan di tengah jalan dicegat dan saya berusaha melindungi korban," imbuhnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, dugaan pembubaran acara pernikahan oleh oknum organisasi massa (ormas) terjadi di Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020).
Dari informasi yang dihimpun, dugaan pembubaran itu bermula dari oknum ormas mendatangi lokasi kejadian sekira pukul 16.00 WIB.
Mereka sampai menutup jalanan kampung sepanjang kurang lebih 200 meter.
Mulai dari pintu masuk hingga ke lokasi kejadian.
Aksi itu diduga dipicu lantaran ormas mendapatkan informasi akan diadakannya penyelenggaraan upacara adat di lokasi kejadian.
• Viral Kepala Desa Peluk Mesra Istri Kepala Dusun, Bernyanyi Sambil Cekikikan di Room Karaoke
• Hamil 35 Minggu, Citra Kirana Kini Makin Suka Berfoto dan Malas-malasan di Kamar
Dugaan pembubaran itu bahkan terekam dalam video dan tersebar di media sosial.
Dalam video itu, terdengar pekikan sekelompok orang yang diduga hendak membubarkan suatu acara.
Pekikan 'Bubar.. Bubar.. Bubar' terdengar beberapa kali dalam video tersebut.
Andy menyampaikan pihaknya mendapatkan laporan dugaan pembubaran itu sekira pukul 17.00 WIB.
"Tadi malam mendapat informasi soal adanya kelompok intoleransi yang menggeruduk rumah salah satu warga di situ," terang Andy, Minggu (9/8/2020).
"Itu karena adanya salah satu kegiatan yang dianggap mereka tidak sesuai," tambahnya.
Kejadian mulai memanas menjelang salat Maghrib atau sekira pukul 17.20 WIB.
Pihak kepolisian, lanjut Andy, langsung menerjunkan personel berpakaian dan bersenjata lengkap ke lokasi kejadian.
Pertama-tama aparat berupaya negosiasi.
"Kami langsung bergerak ke sana, kita melakukan negosiasi," ujarnya.
Oknum ormas itu sempat membubarkan diri sejenak untuk menunaikan salat Maghrib.
Mereka kemudian kembali mendatangi lokasi seusai menunaikan salat Maghrib.
Pihak kepolisian lalu berusaha untuk mengevakuasi tamu-tamu yang hadir di lokasi kejadian.
• Rianto Simbolon Tewas Bersimbah Darah, 2 Pelaku Pembunuhan di Pangururan Ditangkap Polisi
• Ratusan Orang Geruduk Kantor Edy Rahmayadi terkait Pelepasan Lahan Lanud Soewondo Medan
Ternyata oknum ormas kemudian melakukan tindakan kekerasan saat proses evakuasi keluarga dilakukan.
"Pada saat pengevakuasian itulah kelompok mereka melakukan tindakan melukai dari keluarga itu," jelas Andy.
Tamu-tamu itu kemudian menjadi sasaran penyerangan oknum ormas.
Sebanyak tiga orang menjadi korban dalam penyerangan itu.
Mereka kini menjalani perawatan di RS Indriati Solo Baru Sukoharjo.
"Tadi malam kena pukul dan lempar sehingga mengalami luka robek di kepala," terang Andy.
"Saat ini sedang dirawat," tandasnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Amankan Korban Penyerangan di Mertodranan Pasar Kliwon, Kapolresta Solo Kena Pukul Oknum Ormas
• Rianto Simbolon Tewas Bersimbah Darah, 2 Pelaku Pembunuhan di Pangururan Ditangkap Polisi
• Viral Kepala Desa Peluk Mesra Istri Kepala Dusun, Bernyanyi Sambil Cekikikan di Room Karaoke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kombes-andy-rifai-dan-kombes-ade-safri-simanjuntak.jpg)