Gunung Sinabung di Karo Erupsi
Gunung Sinabung Erupsi Setinggi 5.000 Meter, Ratusan Warga Gagal Panen
Erupsi Gunung Sinabung setinggi 5.000 meter pada Senin (10/8/2020) pagi, berdampak terhadap pertanian warga.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Juang Naibaho
Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Erupsi Gunung Sinabung setinggi 5.000 meter pada Senin (10/8/2020) pagi, berdampak terhadap pertanian warga.
Ladang milik ratusan warga Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, gagal panen.
Salah satunya milik Jon Printis, warga Desa Sukatepu. Ia mengatakan gagal panen karena Gunung Sinabung kembali erupsi.
"Erupsinya mulai jam 11.00 WIB tadi. Sekarang kayak ginilah, debu semua ini udah. Ini lagi memanen cabai kecil. Ini kami pilih mana yang bisa digunakan, mana yang tidak. Gagal panen lah ini," ucap Jon Printis, Senin (10/8/2020).
Lanjut Jon, selain ladangnya yang terkena semburan abu, rumah miliknya juga habis tertupi abu vulkanik.
"Tadi pagi gelap kali di sini, kayak malam. Adalah setengah jam gelap. Waduh parah lah kalau di rumah, sudah habis tertutup debu semuanya,"ucap Jon.
Informasi yang diperoleh, Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter di atas puncak.
Akibat dari tingginya abu dan kencangnya hembusan angin membawa dampak ke tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Namanteran, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Berastagi.
hingga saat ini di beberapa wilayah juga terpapar hujan pasir dan abu vulkanik.
Adapun beberapa yang terpapar ialah di Kecamatan Namanteran dan Berastagi.
Bahkan, di dua kecamatan ini kondisnya saat ini mengalami gelap karena tertutup abu vulkanik.
(CR23/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petani-karo-panen-pascaerupsi-sinabung.jpg)