Dendam Kesumat Karena Asmara Terlarang, Suyono Tewas Dibantai Tetangga di Depan Istri
Bahkan dalam video yang sempat direkam oleh salah seorang warga terlihat darah berceceran di lantai keramik putih tersebut.
Rumah yang dalam keadaan tidak tertutup pagar karena istri korban masih berjualan, tiga orang pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan tanpa basa basi langsung menghujani senjata yang dipegang pelaku.
"Tiga orang masuk, nah bapak lagi main ps sama sepupu tiba-tiba pelaku masuk dan langsung memegang bapak kemudian yang satu lagi langsung menebaskan senjatanya ke leher bapak," lanjutnya.
Fitri yang saat itu tinggal di belakang rumah langsung menuju rumah sang ayah dan melihat ayahnya sudah roboh bersimbah darah.
Tak sampai disitu, dikatakan sang istri yang melihat dengan mata kepalanya sendiri mengatakan bahwa pelaku sempat ingin mencincang korban akan tetapi dilerai oleh istri korban.
"Satu pelaku ini mau masuk lagi, aku juga hampir sempat diserang cuma aku lawan pakai barang-barang yang ada dirumah aku," kata Ningsih selaku istri korban.
Pelaku sempat mengatakan bahwa korban harus mati malam itu juga, karena jika tidak pelaku akan dendam dan akan terus mencari dimana korban berada.
"Terdengar oleh kami kalau salah satu pelaku mengatakan bahwa korban harus mati malam itu juga kalau tidak pelaku akan dendam oleh korban," lanjutnya.
Korban akhirnya meninggal dunia usai luka yang cukup parah dibagian lehernya.
Tak lama dari itu, polisi langsung mengamankan dua dari tiga pelaku pengeroyokan tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Kita juga mengamankan barang bukti yaitu dua buah parang dan ponsel milik pelaku," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadi.
Kronologi Kejadian
Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Lorong Jambu, Tangga Buntung Palembang antara tetangga berhembus diduga dipicu masalah perselingkuhan.
"Peristiwa ini berawal ribut antara istri korban Ningsih dengan kakak perempuan pelaku TA bernama Atik. Diduga keributan terjadi dipicu perselingkuhan antara korban dan Atik," ungkap Kapolrestabes, Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, Rabu (22/7/2020).
Tak berselang kemudian datang ketiga pelaku, TI (33), RB (20) dan MS (68), yang tak lain adalah tetangga korban sendiri.
"Para pelaku ini datang dengan membawa senjata tajam (sajam-red), tombak dan parang. Saat itu sudah dilerai warga yang melihat, akan tetapi pelaku RB mengejar korban sampai ke dalam rumah diikuti TI," kata Anom.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sejumlah-kerabat-yang-melayat-jenazah-suyono-56.jpg)