Dendam Kesumat Karena Asmara Terlarang, Suyono Tewas Dibantai Tetangga di Depan Istri

Bahkan dalam video yang sempat direkam oleh salah seorang warga terlihat darah berceceran di lantai keramik putih tersebut.

Sripo.com
Sejumlah kerabat yang melayat jenazah Suyono (56) yang menjadi korban pembunuhan di Tangga Buntung Palembang 

TRIBUN-MEDAN.com - Dendam kesumat satu keluarga membawa Suyono tewas berdarah-darah dirumahnya.

Pria ini dibantai tiga orang tetangganya di depan istrinya, Ningsih (46), usai pulang salat Isya di masjid dekat rumahnya

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Tangga Buntung Kecamatan Gandus Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2020) malam.

Perisitiwa berdarah ini terjadi tepatnya di ruang keluarga korban, yang mana berdasarkan informasi yang dihimpun korban bersama sang istri sedang berkumpul dan menonton televisi.

Tiba-tiba datang tiga pelaku yang langsung melakukan tindak kekerasan terhadap korban. Korban tewas usai mendapatkan luka bacok yang cukup parah di bagian leher, kepala, dan tangannya.

Bahkan dalam video yang sempat direkam oleh salah seorang warga terlihat darah berceceran di lantai keramik putih tersebut.

Fitri anak ketiga korban Suyono (56) saat menceritakan kejadian yang menimpa ayahnya dibunuh di Tangga Buntung Palembang
Fitri anak ketiga korban Suyono (56) saat menceritakan kejadian yang menimpa ayahnya dibunuh di Tangga Buntung Palembang (SRIPOKU.COM/BAYAZIR AL Rayhan)

Menurut Ruslan selaku tetangga korban, kejadian ini terjadi usai korban melangsungkan salat isya di masjid.

"Dia mau pulang katanya mau mengantar pulang keponakannya, tidak lama itu saya mendengar sudah ada kejadian tersebut," kata Ruslan, Rabu (22/7/2020).

Belum diketahui pasti apa motif dari kejadian ini. Akan tetapi diduga motif tersebut dikarenakan dendam pelaku terhadap korban.

Atas kejadian tersebut, warga sakitar langsung terpancing emosi dan sempat menyerang kediaman pelaku. Beruntungnya Polrestabes Palembang bersama Polsek Gandus langsung mengamankan situasi.

Sudah Ditunggu di Jembatan

Pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Suyono (56) meregang nyawa di Lorong Jambu kawasan Tangga Buntung Palembang, diduga sudah direncanakan oleh ketiga pelaku.

Hal ini dikatakan sang anak ketiga korban yakni Fitri (22) yang mendengar kabar bahwa sebelum kejadian tersebut pelaku sudah menunggu di jembatan dekat rumah korban dengan membawa senjata tajam (sajam) samurai dan pedang.

Warga sekitar tidak mengetahui pasti jika yang ditunggu oleh pelaku tersebut merupakan korban Suyono. "Bapak aku itu denger kabar sudah ditunggu oleh pelaku itu di dekat jembatan bawa senjata samurai dan parang.

Tapi tidak ketemu, bapak aku pulang dan dirumah itulah pelaku langsung masuk," kata Fitri dengan sedih menceritakan kejadian yang meregang nyawa sang ayah, Rabu (22/7/2020).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved