Longsor di Jalinsum Siantar Parapat

BANJIR di Siantar - Simalungun, Hingga Terjadi Longsor di Parapat, BMKG Sudah Wanti-wanti Sebelumnya

Tampak personel kepolisian dari Polsek Siantar Martoba, masih terus berjaga-jaga dan melakukan pengawasan terhadap laju kendaraan yang macet.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM/ALIJA
Warga melihat Jembatan Sibaganding yang ditutupi banjir oleh hujan yang mengguyur Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. 

Dengan adanya sirkulasi eddy ini akan menyebabkan terjadinya hujan  lebat disertai angin kencang, dan badai petir.

"Hal ini menyebabkan hujan sedang hingga lebat di sertai angin kencang dan badai petir,   kondisi cuaca seperti ini di prakirakan akan terjadi untuk tiga hari ke depan, terutama di wilayah Pantai Barat, Lereng Barat, Lereng Timur hingga Pantai Timur dan pegunungan," sambungnya.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka BMKG mengimbau agar masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai agar tetap waspada terjadi banjir kiriman.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat di wilayah pegunungan untuk tetap waspada terhadap longsor yang bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

Dengan demikian, BMKG berharap agar masyarakat mengikuti informasi terkini dari pihak BMKG terkait perubahan cuaca, secara khusus tiga hari mendatang.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru BMKG seperti prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini cuaca ekstrim," lanjutnya.

"BMKG juga akan menginformasikanya kepada instansi terkait seperti BPBD dan unit satker di daerah. Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam," pungkasnya.

(cr3/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved