Longsor di Jalinsum Siantar Parapat

BANJIR di Siantar - Simalungun, Hingga Terjadi Longsor di Parapat, BMKG Sudah Wanti-wanti Sebelumnya

Tampak personel kepolisian dari Polsek Siantar Martoba, masih terus berjaga-jaga dan melakukan pengawasan terhadap laju kendaraan yang macet.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM/ALIJA
Warga melihat Jembatan Sibaganding yang ditutupi banjir oleh hujan yang mengguyur Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. 

Dianjurkan agar kendaraan yang datang dari Balige menggunakan jalur alternatif Sitahoan-Palang.

Sebaliknya, kendaraan yang datang dari Siantar menuju Balige agar menggunakan jalur alternatif Palang-Sitahoan.

"Tetap extra hati-hati, cuaca buruk,"anjur Irsol.

Menindaklanjuti peristiwa ini, Camat Parapat Eva Tambunan dikonfirmasi Tribun Medan mengaku telah berkoordinasi dengan PU dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Simalungun.

"Sudah kordinasi dengan PU dan BPBD, "ujar Eva.

Hingga saat ini, belum bisa diketahui kerusakan serta apakah ada korban jiwa yang terdampak dalam peristiwa ini.

Desa Sualan yang diterjang longsor tersebut termasuk pemukiman warga.

(Jun/tribun-medan.com)

HUJAN deras yang melanda sekitaran Danau Toba mengakibatkan longsor di Desa Sualan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/7/2020) malam.
HUJAN deras yang melanda sekitaran Danau Toba mengakibatkan longsor di Desa Sualan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/7/2020) malam. (TRIBUN MEDAN/ARJUNA)

 Longsor di Parapat, Polres Simalungun Turunkan Personel ke Lokasi

Sudah Diwarning BMKG

Akibat cuaca buruk yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan akan menyebabkan adanya banjir kiriman akibat hujan lebat disertai angin kencang.

BMKG menyampaikan, agar masyarakat Sumatera Utara tetap waspada.

Selain banjir kiriman, BMKG juga mengawaskan adanya longsor di daerah pegunungan.

Pasalnya, Adanya gangguan cuaca berupa sirkulasi eddy di Samudera Hindia Barat Sumatera, sehingga wilayah sumatera utara mengalami konvergensi.

"Eddy sirkulasi itu gangguan cuaca," ujar Lestari Irene Purba, staf pelayanan BMKG Wilayah I Medan saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/7/2020).

Lebih lanjut, dia juga menuturkan defenisi eddy sirkulasi yang terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatera.

"Sirkulasi Eddy adalah sirkulasi di atmosfer berupa pusaran angin dengan durasi harian. Dan biasanya, jika suatu daerah terdapat Eddy maka cenderung akan turun banyak hujan," sambungnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved