Bekerja di Konsulat Asing, Wanita yang Dekat Penguasa Ini Selundupkan 30 Kg Emas, Ini Sosoknya

Wanita yang menjadi tersangka utama penyelundupan 30 kg emas batangan, ternyata tidak sembarangan. Ia bekerja di Konsulat UEA dan dekat tokoh politik.

Editor: Tariden Turnip
facebook
Bekerja di Konsulat Asing, Wanita yang Dekat Penguasa Ini Selundupkan 30 Kg Emas, Ini Sosoknya. Swapna Suresh 

SEORANG wanita yang bekerja di Konsulat UEA di Kerala India, menjadi tersangka utama penyelundupan 30 kg emas menggunakan bagasi  korps diplomatik UEA, di Bandara Internasional Trivandrum, Minggu (5/7/2020).

Namun setelah penyelundupan ini terbongkar, Swapna Suresh yang sebelumnya bertugas di seksi penghubung (liaison) menghilang hingga berita ini dipublikasikan.

Seorang rekannya, Sarith, yang juga mantan rekannya di Konsulat UEA telah ditangkap oleh Bea Cukai.  

Swapna Suresh, adalah wanita yang punya koneksi kuat dengan tokoh politik India dan partai penguasa di negara bagian Kerala, Pemerintahan Front Demokrat Kiri yang dimotori Communist Party of India (Marxist)/CPI-M.

Kasus penyelundupan emas menjadi masalah politik setelah partai oposisi di Kerala, Kongres dan BJP menggunakan kasus ini untuk menggoyang Pemerintahan Front Demokrat Kiri.

Swapna Suresh adalah Konsultan IT Negara Bagian Kerala India.

Ia juga dekat pejabat senior The Indian Administrative Service/IAS (ASN/PNS) M Sivasankar, juga merupakan Sekretaris Menteri Kepala Kerala (setingkat gubernur) Pinarayi Vijayan.

Setelah kasus penyelundupan ini, Vijayan langsung mencopot Swapna Suresh dari jabatannya.

Emas batangan yang diselundupan dalam bagasi Korps Diplomatik
Emas batangan yang diselundupan dalam bagasi Korps Diplomatik (pti)

Sumber di Bea Cukai India  yang dilansir gulfnews, mengatakan Swapna lahir dan dibesarkan di Abu Dhabi.

Pada 2011, ia mendapat pekerjaan di sebuah agen perjalanan di Thiruvananthapuram.

Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan SATS Air India.

Sumber mengatakan bahwa selama bertugas di agen perjalanan dan kemudian di AI SATS, Swapna menghubungi beberapa pejabat di bandara dan Bea Cukai.

Dia juga mendapat pengetahuan tentang pengiriman dan penanganan pengiriman diplomatik.

Diyakini bahwa karena hubungannya, Swapna secara bertahap berkenalan dengan berbagai kelompok dan diduga menggunakan sistem tersebut untuk menyelundupkan emas melalui pengiriman diplomatik.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa berapa lama bagasi diplomatik digunakan untuk menyelundupkan emas ke India. Kita harus menunggu interogasi tersangka utama (Swapna) sebelum kita dapat menilai skala  penyelundupan," kata seorang pejabat senior resmi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved