Dampak Covid-19, Disparbud Karo Salurkan 722 Paket Sembako kepada Pelaku Pariwisata
Dampak pandemi virus corona (Covid-19) sudah sangat terasa bagi hampir seluruh elemen masyarakat.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRI BUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Dampak pandemi virus corona (Covid-19) sudah sangat terasa bagi hampir seluruh elemen masyarakat.
Keterbatasan pergerakan masyarakat berbanding lurus dengan perputaran perekonomian.
Kondisi ini dirasakan secara langsung oleh ratusan pelaku pariwisata yang menggantungkan ekonominya dari para wisatawan yang datang.
Semenjak pandemi Covid-19 ini, pelaku wisata kehilangan pendapatan lantaran turunnya jumlah kunjungan ke Bumi Turang.
Untuk itu, dalam membantu meringankan beban para pelaku wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karo, menyalurkan bantuan berupa sembako ke pelaku wisata yang terdampak.
Kadis Parbud Karo Munarta Ginting, mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya telah mendata seluruh pelaku wisata, dan menyampaikan data tersebut ke Kementerian Pariwisata.
Ia mengungkapkan, atas usulan dan serangkaian proses administrasi kini bantuan yang diajukan tersebut telah sampai di Kabupaten Karo.
Dari total pelaku wisata yang diajukan sebanyak 881 orang, pihaknya menerima bantuan sebanyak 722 paket.
"Bantuan berupa paket sembako ini, diberikan kepada seluruh pelaku usaha pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19). Iya ini dari Kementerian Pariwisata, kemarin kita sudah ajukan untuk Karo sebanyak 881 orang. Tapi berdasarkan hasil verifikasi dari Dinas Pariwisata Sumut dan kementerian, yang datang sebanyak 722 paket," ujar Munarta, Rabu (8/7/2020).
Munarta menjelaskan, bantuan berupa paket sembako ini akan dibagikan secara bertahap ke seluruh pelaku wisata yang telah tercatat.
Ia menyebutkan, kemarin pihaknya telah selesai menyerahkan bantuan ke pelaku wisata yang ada di bukit Gundaling sebanyak 230 paket.
"Kemarin kita sudah membagikan bantuan ke pelaku wisata yang beraktivitas di bukit Gundaling sebanyak 230 paket. Nantinya paket juga akan dibagikan ke pelaku wisata yang ada di seputar taman Mejuah-Juah, pelaku usaha di air terjun Sipiso-piso," ucapnya.
Munarta menjelaskan, bantuan ini tak hanya diberikan kepada pelaku wisata yang memiliki usaha atau menjadi pekerja di objek-objek wisata saja. Dirinya menyebutkan, nantinya pihaknya juga akan memberikan bantuan serupa kepada pekerja-pekerja hotel yang juga ikut terdampak.
"Jadi memang semua kita bagikan kepada pelaku wisata yang terdampak, karena pegawai hotel juga merupakan bagian dari wisata. Makanya bagi karyawan hotel yang dirumahkan karena pandemi ini, kita juga akan memberikan bantuan serupa," ungkapnya.
Ketika dinyatakan seputar pelaku wisata yang kemarin sempat tidak termasuk dalam verifikasi Dinas Pariwisata Sumut, pria berkacamata itu mengatakan pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut. Dirinya mengatakan, untuk dinas yang ada di daerah hanya berkewajiban untuk mendata dan menyerahkan usulan tersebut ke tingkat atas.
"Untuk tahap kedua, nanti kita lihat perkembangan Covid-19, karena kita tidak bisa memastikan apakah ada tahap kedua atau tidak. Karena kita sebatas menyampaikan usulan, namun keputusan berada di tangan kementerian," katanya.
Dirinya mengakui, memang bantuan ini merupakan bagaian stimulus yang masih jauh dari kecukupan. Untuk itu, dirinya berharap kepada pemerintah dapat mempercepat penerapan kenormalan baru (new normal).
Karena, selain sektor keselamatan jiwa kita juga harus memperhatikan sektor ekonomi masyarakat, terutama yang bergerak di pariwisata.
Karena Kabupaten Karo memang dikenal oleh masyarakat merupakan daerah yang memiliki destinasi wisata yang cukup banyak.
Sehingga banyak masyarakat sekitar, yang menggantungkan ekonominya dari sektor pariwisata.
(cr4/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/munarta-ginting-1.jpg)