UPDATE Covid19 Sumut 8 Juli 2020
BREAKING NEWS: Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Medan Penuh, Optimalkan Gedung P4TK dan Lions Club
Bagi penderita positif Covid-19 dengan pneumonia berat tetap menjalani isolasi di rumah sakit, namun bila hanya
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
Laporan wartawan Tri bun Medan / Maurits Pardosi
TRIBUN-MEDAN.com, Medan -
Juru bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (STGPP) Covid-19, Kota Medan Mardohar Tambunan menuturkan bahwa rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 akhir-akhir ini penuh.
"Memang beberapa waktu terakhir ini, kita punya beberapa rumah sakit rujukan Covid sudah penuh. Arti penuh itu, berarti kita bekerja sudah maksimal," ujar Mardohar Tambunan saat dikonfirmasi pada Rabu (8/6/2020).
Dia menuturkan bahwa pihak SGTPP Covid-19 telah melakukan tugas semaksimal mungkin dalam penanggulangan Covid-19.
Dia menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan tracing secara maksimal.
"Bekerja sudah maksimal itu berarti kita melakukan tracing sudah banyak kita dapat, baik itu yang PDP, positif, maupun OTG," lanjutnya.
"Beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama, saat ini ruang isolasi bisa dikatakan penuh," tegasnya.
Dengan situasi demikian, pihak rumah sakit yang bersangkutan telah berkoordinasi dengan pihak SGTPP Covid-19 Kota Medan.
"Beberapa rumah sakit sudah berkoordinasi dengan kita. Gugus tugas juga sudah punya apa-apa yang perlu dikerjakan untuk itu, salah satunya ruang isolasi," terangnya.
Karena alasan ruang isolasi kurang, maka isolasi mandiri dapat dilakukan di rumah dan tetap dipantau oleh SGTPP di tim kecamatan.
Pihaknya tetap melakukan pemeriksaan mendalam kepada Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk memastikan apakah menderita pneumonia berat atau ringan.
Bagi penderita positif Covid-19 dengan pneumonia berat tetap menjalani isolasi di rumah sakit, namun bila hanya pneumonia ringan, akan diusulkan di rumah.
"Kamarnya cukup, lanjutkan di rumah, tapi pengawasan oleh gugus kecamatan," lanjutnya.
Pada situasi ini, gedung P4TK dan Lions Club juga akan dioptimalkan untuk isolasi mandiri.
"Bila hal ini tidak baik, kita akan membawa dia ke gedung P4TK, gedung karantina kita, ada yang di Jalan Helvetia Timur atau Lion. Lion rencana akan kita kerahkan," terangnya.
"Kenapa, karena saat ini di gedung P4TK pun pasiennya sudah banyak," lanjutnya.
"Artinya puskesmas sudah kita arahkan bagaimana ya penanganan pasien covid swab, hasil swab positif tapi tak bergejala, hasil foto tidak ada pneumonia, itu kita layani di isolasi mandiri baik di gedung P4TK maupun Lion," pungkasnya.
Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Sumatera Utara belum dapat dipastikan bisa berakhir pada tahun 2021.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes. dr. Whiko Irwan.
Karena itu, dalam kondisi wabah virus Corona yang belum usai, warga harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa new normal.
"Kehidupan kita harus terus berjalan. Kita harus tetap bertahan dan berkembang. Bahkan kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa new normal," ujarnya, Selasa (7/7/2020).
Dr Whiko tak menampik pandemi virus Corona yang melanda wilayah Sumut sejak awal tahun 2020 mengakibatkan dampak yang sangat merugikan masyarakat dan pemerintah.
Kehidupan bahkan dirasa semakin sulit khususnya di bidang kesehatan dan perekonomian.
"Covid tidak hanya jadi ancaman pada kesehatan tapi juga memukul sektor ekonomi yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat. Ekonomi jadi lesu dan gelombang PHK tidak bisa ditahan," katanya.
Namun aktivitas kehidupan tentu tak boleh lumpuh begitu saja. Kehidupan masyarakat harus terus berjalan.
Pemerintah pun terus berusaha lewat sejumlah kebijakan untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut kata Whiko, dalam usaha tetap bertahan di tengah pandemi covid, Pemerintah terus mengingatkan warga agar selalu menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona.
Hal ini penting agar tidak terjadi penularan lebih luas yang berpeluang mengakibatkan ledakan kasus positif baru covid-19.
Hingga vaksin dan anti virus nantinya ditemukan dan didistribusikan, maka jalan terbaik adalah menerapkan protokol kesehatan yakni rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak interaksi dan menghindari kerumunan.
"Kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa new normal dengan beraktivitas sambil melaksanakan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid. Sehingga kita tidak kalah dengan wabah penyakit yang diakibatkan virus corona tersebut," pungkasnya.
(cr3/can/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/juru-bicara-satuan-gugus-tugas-percepatan-penanganan-sgtpp-covid-19-mardohar-tambunan.jpg)