KPU Nilai Pemekaran Kecamatan di Deliserdang Sangat Diperlukan, Guna Antisipasi Konflik
Pemekaran dan penataan kecamatan di Kabupaten Deliserdang sebenarnya sangat diperlukan. Pemekaran ini juga berdampak pada aspek demokrasi saat pemilu
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com,PAKAM-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Deliserdang turut menyayangkan gagalnya pemekaran dan penataan kecamatan di Kabupaten Deliserdang.
Padahal, menurut KPU, pemekaran dan penataan wilayah di Deliserdang ini berdampak pada kelancaran pesta demokrasi.
Sebab, menurut Ketua KPU Deliserdang Syahrial Efendy, wilayah Deliserdang ini sangat luas.
• DPRD Sebut Lubukpakam Jadi Kota Hantu Jika Persoalan Ini Tidak Diselesaikan Pemkab Deliserdang
"Jumlah pemilih di Deliserdang ini cukup besar. Ya, kami sangat menyayangkan saja lah (rencana pemekaran gagal dilakukan)," kata Syahrial, Senin (6/7/2020).
Ia mengatakan, sebagaimana pengalaman pesta demokrasi beberapa waktu lalu, Kabupaten Deliserdang ini yang paling lama penghitungannya dari daerah lain di Indonesia.
Sebab, cakupan wilayahnya sangat luas. Jadi, kata Syahrial, itulah kenapa pemekaran wilayah perlu dilakukan.
• Dewan Desak Kabag Hukum Deliserdang Mundur Karena Dinilai tak Bisa Kerja
"Pemilu legislatif kemarin kita memang paling lama di Indonesia, khususnya untuk penghitungan surat suara di Kecamatan Percut Seituan.
Kalau ada pemekaran, tentu tidak rawan konflik.
Setiap periode masalahnya kan di situ-situ saja (kecamatan besar)," kata Syahrial.
Masalah yang terjadi di kecamatan besar, lanjut Syahrial, tentu bisa menimbulkan korban.
Ia mencontohkan kasus yang pernah dialami langsung Komisioner KPUD Deliserdang.
Karena dianggap tidak maksimal dalam menjalankan proses pemilu, komisioner itu dijatuhi sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP).
• DAFTAR Sebaran Kasus Positif Covid-19 Terbaru di Sumut Hari Ini, Medan Tambah 43, Deliserdang 11
Padahal, karena wilayah Kabupaten Deliserdang ini cukup luas, penghitungan suara pun tidak bisa dilakukan dalam sehari saja.
Apalagi jumlah pemilih di satu wilayah itu juga mempengaruhi proses pemilihan.
"Makanya kami pengin Percut Seituan dan Sunggal itu dimekarkan dan disederhanakan, supaya enggak buat masalah lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-di-payageli-1.jpg)