Saat China Latihan Perang di Laut China Selatan, Amerika Kirimkan Dua Kapal Induk, China AS Perang?

Saat Angkatan Laut China, menggelar latihan perang di Laut China Selatan, Sabtu (4/7/2020), Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan dua kapal induk

Editor: Tariden Turnip
twitter
Saat China Latihan Perang di Laut China Selatan, Amerika Kirimkan Dua Kapal Induk, China AS Perang? Dua kapal induk AS bertolak ke Laut China Selatan saat AL China gelar latihan perang 

Pentagon mengatakan sebuah pernyataan pada Kamis (2/7/2020), latihan militer China di wilayah yang menjadi sengketa di Laut China Selatan adalah kontraproduktif terhadap upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas.

China mengumumkan pekan lalu akan melakukan latihan militer selama lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, wilayah yang diklaim oleh Vietnam dan China.

"Latihan militer adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan China untuk menegaskan klaim kelautan yang melanggar hukum dan merugikan tetangga-tetangga Asia Tenggara di Laut China Selatan," tulis pernyataan Departemen Pertahanan AS.

"Melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan kontraproduktif dengan upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip Reuters.

Vietnam dan Filipina juga mengkritik latihan militer China tersebut dan mengingatkan hal itu dapat menciptakan ketegangan di kawasan itu dan berdampak pada hubungan China dengan tetangganya.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengingatkan China akan mendapatkan tanggapan terberat dalam hal diplomatik dan apa pun yang sesuai jika latihan-latihan tersebut meluas ke wilayah Filipina.

“Yang pasti, China sama berhaknya, seperti kekuatan lainnya, untuk memohon kebebasan navigasi dalam latihan militernya. Tetapi kebebasan itu, perlu diingatkan, membutuhkan perjalanan yang lurus dan tanpa gangguan,” kata Locsin.

Menurut jurubicara Vietnam Le Thi Thu Hang, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengirim nota diplomatik ke China untuk menentang latihan-latihan yang secara serius melanggar kedaulatan Vietnam.

"Latihan itu semakin memperumit situasi, dan merusak hubungan antara China dan ASEAN", katanya.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian seperti dikutip Reuters mengatakan latihan militer itu dalam lingkup kedaulatan China.

Ia menuding justru negara-negara non-regional tertentu yang melakukan latihan militer di Laut China Selatan dan mempengaruhi stabilitas kawasan.

Zhao tidak menyebutkan nama negara mana pun, tetapi Amerika Serikat (AS) telah melakukan banyak kebebasan operasi navigasi dengan mengirimkan kapal perangnya melalui daerah tersebut untuk menegaskan kebebasan akses ke saluran air internasional.

China mengklaim 90% dari Laut Cina Selatan yang berpotensi kaya energi sebagai wilayahnya.

Tetapi Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian-bagiannya.(diplomat/benarnews.org)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved