Selamat Hari Bhayangkara

SEJARAH Bhayangkara & Daftar Nama 24 Jenderal Polisi Pernah Jadi Kapolri hingga Jenderal Idham Azis

Selamat Hari Bhayangkara untuk segenap jajaran anggota juga institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Editor: Salomo Tarigan
TRI BUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kapolri Tito Karnavian (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) usai penyematan tanda pangkat dalam rangkaian upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). (TRI BUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRI BUN-MEDAN.com -

Sejak ditetapkan pada tahun 1946, pada hari ini, Kepolisan merayakan Hari Bhayangkara yang ke-73.

Selamat Hari Bhayangkara untuk segenap jajaran anggota juga institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Hari lahirnya Kepolisian RI dirayakan setiap tanggap 1 juli.

Dikenal dengan peringatan Hari Bhayangkara.

Mengapa peringatan Hari Bhayangkara dilaksanakan setiap tanggal 1 Juli?

Hari Bhayangkara merupakan hari Kepolisian Nasional yang diambil dari momentum turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

LOWONGAN KERJA BANK BRI, BNI, BCA untuk Lulusan SMA/SMK, D3 -SI, Syarat dan Posisi Dibutuhkan

SPESIFIKASI Lengkap realme C11 Baru Diluncurkan, Baterai 5000 mAh Dibandrol Rp 1,5 Juta

Peraturan itu menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi negara, presiden.

Dilansir dari keterangan Divisi Humas Polri melalui akun Facebook-nya, nama Bhayangkara adalah istilah yang digunakan Patih Gadjah Mada dari Majapahit untuk menamai pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga raja dan kerajaan kala itu.

 Inul Daratista Ungkap Jatah Bulanan yang Diberi Suami, Tetap Bersyukur Walau hanya Diberi Rp 1 Juta

Namun, keberadaan pasukan pengamanan mengalami perubahan bentuk dan komando.

Kala itu, Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang selama kurun waktu yang cukup panjang.

Masa penjajahan Belanda Saat di bawah jajahan Belanda, pasukan keamanan diambil dari warga pribumi dan ditugaskan untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda.

Pasukan keamanan ini terbagi menjadi beberapa bentuk, misalnya Veld Politie (Polisi Lapangan), Stands Politia (Polisi Kota), Cultur Politie (Polisi Pertanian), dan Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja).

Akan tetapi, saat itu pribumi yang menjadi bagian dari anggota keamanan tidak bisa menempati posisi-posisi tinggi seperti hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie.

 BEDA Gejala Covid-19 Dialami Satu Keluarga, 18 Orang Dinyatakan Positif Seusai Swab

Papua Mereka hanya diperkenankan menjadi mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved