Sadisnya Polisi India, 15 Menit Buka Toko saat Jam Malam, Ayah dan Anaknya Tewas Dianiaya dalam Sel
Jayaraj dan Fenix tewas mengenaskan disiksa secara brutal dalam tahanan polisi hanya karena terlambat 15 menit menutup toko ponselnya saat jam malam
MIRIS dan lebih mengerikan dari kasus kematian George Floyd yang memicu demo massal di seluruh dunia.
Ayah dan anaknya, Jayaraj dan Emmanuel tewas mengenaskan disiksa secara brutal dalam tahanan polisi di Sathakulam, Distrik Thoothukudi, Tamil Nadu, India.
Pemicunya pun sangat sepele, terlambat 15 menit menutup toko ponselnya saat penerapan jam malam untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Jayaraj (59) dan putranya Fenix Emmanuel (31) mengelola sebuah toko ponsel di Tuticorin.
Jumat (19/6/2020), sekitar pukul 20.15, Jayaraj ditangkap petugas polisi Sathankulam yang sedang berpatroli.
Korban ditangkap karena melanggar jam malam selama 15 menit, yang mulai berlaku sejak pukul 20.00.
Sabtu (20/6/2020), putranya Emmanuel, juga ditangkap, karena memprotes dan mempertanyakan penangkapan ayahnya.
Keduanya ditahan.
Dalam tahanan, mereka diduga disiksa.
Setelah sekarat keduanya dibawa ke rumah sakit di mana seorang dokter menyatakan keduanya sehat meskipun saksi mata melaporkan bahwa mereka dipukuli dan masih berdarah-darah.
Polisi Sathankulam kemudian mendekati hakim B Saravanan untuk mengeluarkan perintah penahanan terhadap Jayaraj dan Fenix. Diduga hakim memberikan perintah penahanan tanpa melihat langsung kondisi ayah-anak.
Pengacara Fenix berada di kantor polisi, ketika polisi memukuli ayah-anak itu.
Pengacara S Manimaran, seorang saksi mata kebrutalan mengatakan, “Kami berdiri dan kami melihat seluruh kejadian dari luar melalui gerbang kaca.
Emmanuel dan ayahnya dipukuli.
Di pagi hari ada darah di seluruh tempat mereka duduk. ”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ayah-dan-anaknya-tewas-dianiaya-dalam-sel.jpg)