Hari Jadi ke-74, Komunitas Pemulung Taruh Harapan Besar kepada Pemkab Deliserdang
Saat ini banyak kaum marjinal yang belum terdata oleh pemerintah.Padahal mulai dari lahir hingga besar berada dan tinggal di Kabupaten Deliserdang.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Komunitas Pemulung yang ada di Deliserdang menaruh banyak harapan kepada Pemkab Deliserdang menjelang hari jadinya ke-74 yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang.
Selama ini komunitas pemulung merasa kurang mendapatkan perhatian.
Banyak hal yang disebut menjadi persoalan selama ini sehingga sangat menyusahkan mereka.
"Kita minta kepada Pemkab agar bisa memberikan soluasi kepada kaum marjinal ini. Kalau di Medan warga miskin yang tidak punya KK (Kartu Keluarga) dan yang tidak punya BPJS Kesehatan bisa tetap berobat ke rumah sakit Pirngadi atas bantuan Dinas Sosial kota Medan. Kalau di sini kan tidak bisa seperti itu. Makanya harapan kita Deliserdang ini kedepan bisalah seperti itu,"ujar Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, Uba Pasaribu.
Uba menjelaskan, saat ini banyak kaum marjinal yang belum terdata oleh pemerintah.
Padahal mulai dari lahir hingga besar berada dan tinggal di Kabupaten Deliserdang. Mereka mengharapkan agar ke depan diberikan akses kemudahan untuk melakukan pengurusan administrasi kependudukan.
• Jelang HUT Bhayangkara ke-74, Polres Asahan Berbagi dengan Pemulung di TPA Sidodadi
"Permudahlah jugalah untuk membantu kaum marjinal ini. Mereka itu lahir di Deliserdang, besar di Deliserdang dan belum memiliki KK dan KTP. Selama ini saya dianggap calo kalau datang ke Disdukcapil. Saya aktivitis yang benar benar berjuang untik kaum marjinal. Kaum marjinal ini banyak yang belum punya administrasi kependudukan karena dulunya itu serba uang," kata Uba Pasaribu.
Administrasi kependudukan, lanjut Uba Pasaribu menjadi hal yang paling mereka butuhkan saat ini.
Hal ini lantaran dengan administrasi kependudukan mereka bisa melakukan pengurusan administrasi yang lain seperti pengurusan BPJS Kesehatan dan yang lainnya.
Banyak kalangan kaum marjinal yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah kalau tidak ada BPJS Kesehatan.
"Di RSUD Deliserdang kalau enggak punya BPJS ya disuruh pulang. Kemarin itu ada saya bawa tapi karena enggak ada BPJS nya ya enggak dilayanilah. Kita juga minta supaya BPJS yang dibayarkan sama Pemerintah iurannya bisa didapat. Sekarang ini jangankan membayar iuran BPJS, untuk makan saja kaum marjinal ini masih kesusahan," kata Uba Pasaribu.
• VIRAL Detik-detik Seorang Bapak Diduga Pemulung Bawa Uang Koin Sekarung Beli Handphone untuk Anaknya
Tidak hanya persoalan administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan, Uba menyebut saat ini kaum marjinal juga sangat membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan.
Dikatakannya, banyak anak-anak yang saat ini putus sekolah karena orangtuanya kesulitan ekonomi. Menurutnya pemerintah harus hadir dalam masalah ini karena setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan.
"Ya kalau tidak percaya, bisa saya bawakan. Masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena kondisi ekonomi orangtua yang sulit. Ada itu salah satunya di daerah Tanjung Gusta. Intinya berikanlah kemudahan bagi kaum marjinal ini agar bisa memiliki KK dan KTP," nkata Uba.
Juru bicara Pemkab Deliserdang, Haris Binar Ginting merespon dengan baik harapan yang disampaikan oleh Komunitas Pemulung di hari jadi Deliserdang ke-74 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/uba-pasaribu-pemulung.jpg)