News Video

Menelisik Keunikan Gereja Fanorotodo, Saksi Bisu Masuknya Agama di Kepulauan Nias

Begitu masuk ke dalam, nuansa klasik akan langsung terasa dengan jajaran kursi kayu yang terbagi menjadi dua bagian.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Begitu masuk ke dalam, nuansa klasik akan langsung terasa dengan jajaran kursi kayu yang terbagi menjadi dua bagian.

Di tengahnya, terdapat jalan pendeta menuju altar.

Langit-langit gereja tampak tinggi dengan dihiasi lampu neon yang menjulur ke bawah sebagai penerangan.

Di bagian depan, altar kayu dengan salib putih sedikit lebih tinggi dari kursi jemaat.

Gereja ini memiliki dua lantai dengan tangga spiral di kanan-kiri ruangan.

Menurut seorang pengurus, gereja ini tidak pernah dipugar sama sekali.

Gempa yang pernah mengguncang Nias juga tidak berpengaruh terhadap Gereja Fanorotodo ini.

Jika sedang ke Nias, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Gereja Fanorotodo untuk melihat dari dekat peninggalan sejarah masuknya agama di Kepulauan Nias itu.

Pengunjung yang beragama Katolik juga bisa beribadah di gereja dengan kapasitas sekitar 500 jemaat ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : "Gereja Fanorotodo, Saksi Bisu Masuknya Agama di Kepulauan Nias"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved