Kisah Menarik John Kei yang Berawal dari Tahun 1986 Berangkat ke Surabaya hingga Melamar Jadi TNI AL
Pengalaman kisah John Kei berawal pada tahun 1986. Saat itu John Kei memutuskan berangkat ke Pulau Jawa dari Pulau Kei, Maluku Tenggara.
Akibat perkelahian itu, John Kei tidak sempat ikut tes, ia lekas dikeluarkan.
"Setelah itu saya tato badan untuk melupakan masuk Angkatan Laut," ujar John Kei.
Tahun 1988, John Kei pergi ke Jakarta.
Di Jakarta ia ditampung di rumah kerabatnya yang lain di kawasan Berlan.
Lucunya, saat itu John Kei tidak tahu rumah kerabatnya di Jakarta.
Dia hanya diberitahu bahwa rumahnya ada di kawasan Berlan.
John Kei sempat bingung mencari rumah kerabatnya sampai melihat sebuah celana jins tergantung depan sebuah rumah.
John Kei ingat bahwa itu celana jins milik kerabatnya ketika datang ke Surabaya.
John Kei pun memilih masuk ke dalam rumah, dan ternyata benar.
Preman "Godfather of Jakarta" John Kei terancam hukuman mati, Senin (23/6/2020) (Tribun Medan)
Pendeta Gilbert Lumoindong tertawa lebar mendengar cerita bagaimana John Kei tiba di Jakarta pertama kali.
Dari sanalah John Kei mulai mengenal kehidupan malam.
Ia bekerja dari satu pub ke pub lain.
Pekerjaan di diskotek ini ia mulai kerjakan tahun 1988.
Sampai akhirnya bekerja menjadi Satpam di salah satu diskotek di Jalan Jaksa.
Ia memperoleh gaji Rp 200.000 per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/john-kei.jpg)