JOHN KEI dan Anak Buahnya Terancam Hukuman Mati
John Kei dan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, penganiayaan, dan pembunuhan berencana
Selama bergaul dengan masyarakat, istri John Kei dikenal sangat baik.
Saat membeli sayur untuk keperluan masak, istri John Kei biasa mengobrol dengan ibu-ibu di sekitar.
"Komunikasinya bagus sama tetangga, apalagi istrinya. Dia kalau belanja sayur biasa ngobrol sama ibu-ibu," kata Donny.
Bahkan anak Pak RT pernah digendong istri John Kei saat masih bayi.
"Malah anakku pernah digendong pas bayi," sambungnya.
Suasana mencekam saat John Kei diamankan
Ratusan personel Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota menangkan John Kei dan anggota kelompoknya di perumahan Tytyan Indah Utama, Medan Satria, Kota Bekasi.
Hasil penangkapan pada Minggu (21/6/2020) malam itu, sebanyak 25 orang termasuk John Kei dan sejumlah barang bukti diamankan polisi.
Proses penangkapan John Kei dan anak buahnya ini diketahui berlangsung sejak pukul 20.00 WIB dan baru benar-benar berakhir sekira pukul 23.00 WIB.
Polisi menggiring John Kei setelah dihadirkan bersama anggota kelompoknya dalam rilis perkara yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN (Kolase TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Warta Kota/Nur Ichsan)
Sevia, warga sekitar menyaksikan detik-detik proses penangkapan menuturkan, ada ratusan polisi mengepung perumahan dengan dilengkapi senjata lengkap.
"Dari Magrib sudah ada satu truk polisi di sini, terus enggak lama datang lagi sampai jam 8 malam kira-kira baru mulai penggerebekannya," kata Sevia (19) warga Titian Indah.
Dia saat proses penggerebekan terjadi melihat dari balik jendela rumah, warga yang bermukim dekat kediaman John Kei dilarang berada di luar saat polisi mengepung.
"Enggak berani keluar, ini polisi udah banyak, jumlah ratusan kira-kira, saya pantau dari dalam terus," ungkapnya.
Suasana kala itu sangat mencekam, dia yang tinggal hanya sekitar 100 meter dari lokasi penggerebekan mendengar dengan jelas puluhan kali suara tembakan.
• Pakaian Tipis Tembus Pandang, Goyang Seksi Luna Maya di Pantai, Usia Matang Tak Lunturkan Pesonanya
"Udah enggak berani keluar warga, saya dari dalam (rumah) dengar suara tembakan udah kaya suara petasan," ucapnya.
Selain itu, suara dari petugas kepolisian juga terdengar nyaring.
Sevia mendengar suara bentakan polisi kepada target pengamanan yang hendak kabur atau mencoba malawan.
"Suara teriakan kaya 'jangan lari!', saya enggak begitu tahu persis orang-orangnya yang diamankan," paparnya.
Ada kode rahasia
Selain sebagai tempat tinggal, rumah di Taman Tytyan Indah ini juga merupakan sekertariat organisasi kepemudaan Angkatan Muda Kei (AMKEI) yang didirikannya.
Selain rumah utama bangunan dua lantai bercat putih, terdapat sejumlah rumah yang dihuni anak buah serta saudara-saudara John Kei.
Aksi penggerebekan yang terjadi kemarin bukan yang pertama, John Kei dan anak buahnya kerap terlihat kasus hukum hingga memaksa pihak kepolisian melakukan penangkapan.
"Kalau warga udah pengalaman dari (penggerebekan) sebelum-sebelumnya, paling takutnya kalau ada (peluru) nyasar aja," ungkap Donny.
• Teriakan Gadis 21 Tahun Digilir 3 Pria, Pelaku Mabuk, Sengaja Setel Musik Keras-keras di Kamar Kos
Saking seringnya, bahkan warga setempat kerap memperhatikan kode-kode rahasia yang muncul ketika sesuatu akan terjadi di kediaman John Kei.
Sebelum terjadi sesuatu, biasanya lampu rumah John Kei dan rumah-rumah anak buahnya dimatikan.
Barulah tidak lama setelah itu, aksi penangkapan atau penggerebekan akan terjadi di kediaman pria bernama lengkap John Refra Kei.
"Kalau ada masalah, lampu semuanya dimatiin biasa, tapi kalau kemarin enggak ada yang dimatiin, nyala semua kaya biasa aja," ungkap Donny.
Bahkan sejak sore hari, sejumlah orang tampak berkumpul di kediaman John Kei. Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kecurigaan bakal terjadi sesutau.
"Duduk di depan sama anak buahnya, kaya biasanya aja, cuma kemarin ada sekitar 15 orang kalau biasanyakan paling duduk-duduk berlima atau 10 orang," terangnya.
Lokasi kediaman John Kei dan markas sekretariat organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI) di Perumahan Tytyan Indah, Kota Bekasi (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)
Terancam hukuman mati
Setelah sempat bebas bersyarat pada 26 Desember 2019 lalu, John Kei kembali menghadapi proses hukum baru.
Diketahui, pelaku dijerat dengan pasal berlapis atas kasus tersebut. Di antaranya, dijerat pasal 88 KUHP terkait pemufakatan jahat.
Selanjutnya, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan atau pasal 170 tentang kekerasan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan John Kei terancam dengan hukuman mati apabila semua unsur tersebut terpenuhi.
"Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana juga berbicara soal status pembebasan bersyarat John Kei setelah kedapatan kembali melakukan tindak pidana.
"Untuk pembebasan bersyarat ini dia (John Kei, Red) memang diberikan setelah para narapidana ini melaksanakan dua pertiga masa tahanan dan yang bersangkutan ini berkelakuan baik," kata Nana.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap akan melanjutkan proses tindak pidana yang dilakukan John Kei dalam kasus ini. Pihaknya memastikan proses hukum yang bersangkutan dalam kasus ini terus berjalan.
"Inikan jelas yang bersangkutan melakukan tindakan pidana kembali. Jadi kita butuh waktu dalam rangka prosesnya. Jadi prosesnya ini pun akan tetap kita lakukan," pungkasnya.
Penjelasan Kapolda di Sebelumnya
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, salah satu anggota kelompok Nus Kei tewas dibunuh anak buah John Kei di Jalan Raya Kresek, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) siang.
"Jadi begini, John Kei mempunyai anak buah, Nus Kei juga punya anak buah. Ini yang meninggal merupakan kelompok Nus Kei," kata Nana dalam konferensi pers melalui live streaming akun Instagran @humas_pmj, Senin (22/6/2020).
Penyerangan yang dilakukan oleh anak buah John Kei di Cengkareng mengakibatkan anak buah Nus Kei, Yustus Dorwing Rahakbau (YDR) (45) meninggal dunia akibat luka bacok di sekujur tubuhnya.
Dalam video yang beredar pada Minggu (21/6/2020) memperlihatkan YDR tergeletak di sekitar Jalan Kresek, Kosambi dengan tubuh berlumuran darah.
YDR mengenakan baju biru lengan pendek dengan celana jeans abu-abu dan sepatu.
Dia sempat berusaha bangun, tetapi tidak dapat berdiri dengan sempurna hingga akhirnya hanya bisa terduduk sembari meluruskan kaki.
Masih dalam video yang beredar, warga sekitar terlihat bingung dengan apa yang terjadi.
Mereka mengamati dari kejauhan, bagaimana YDR dengan luka bacok menganga di kepala berusaha memegang tangannya yang terluka parah.
Tak berselang lama kemudian, warga sekitar menghampiri YDR yang saat itu ambruk dan tergeletak di aspal.
Lalu warga spontan menutupi YDR dengan kardus.
Belakangan terungkap bahwa penyerangan terhadap YDR terjadi ketika kelompok John Kei gagal mencari keberadaan pamannya, Nus Kei.
Nus Kei dicari-cari terkait masalah penjualan tanah dengan John Kei.
Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, John Kei kecewa pada Nus Kei karena tidak meratanya pembagian uang hasil penjualan tanah.
Karena kekecewaan itu, anak buah John Kei membacok anggota kelompok Nus Kei di kawasan Kosambi, Cengkareng.
Malam harinya, John dan anak buahnya ditangkap di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB.
Sebanyak 30 orang diamankan oleh polisi, yang sebelumnya 25 orang, dan semuanya digiring dengan kedua tangan tergari menuju Polda Metro Jaya.
Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti di TKP yakni 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.
Aksi Pengerusakan dan penganiayaan
Aksi pengrusakan dan pengerusakan itu sendiri terjadi di rumah Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020).
Wakapolrestro Tangerang, AKBP Yudhistira Midyahwan menjelaskan, peristiwa berawal saat kelompok John Kei dan kelompok Nus Kei berkonflik di Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB.
Kejadian itu bahkan menelan korban jiwa. Korban atas nama Yustus Dorwing Rahakbau (45) meninggal dunia.
Sedangkan Angki Rumatora (38) luka bacok pada jari tangan.
"Dengan kejadian tersebut pelaku merasa kurang puas selanjutnya mendatangi rumah Nus Kei di Cluster Australia No 52, Green Lake City," ujar Yudishtira saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Senin (22/6/2020).
Sampai di lokasi, mereka menerobos pintu pagar security dan melakukan pengrusakan terhadap rumah yang ditempati Nus Kei dan keluarganya.
Pintu rumah Nus Kei didobrak, kaca jendela dipecahkan menggunakan barbel.
Selain itu merusak ruang tamu dan kamar tidur menggunakan parang.
Para gerombolan pelaku juga merusak 2 kendaraan milik Nus Kei yakni mobil bermerek Mazda putih B 16 KEI dan Toyota Yaris silver B 8669 LJ.
"Para pelaku menggunakan 3 unit kendaraan roda empat yang keseluruhannya memakai penutup muka," kata Yudhistura.
Saat melakukan aksi perusakan, mereka membawa senjata tajam jenis parang dan senjata api.
"Pelaku melepaskan tembakan sebanyak kurang lebih 7 kali," ujar Yudhistira.
Cara Istri dan Anak-anak Nus Kei Berhasil Meloloskan Diri
"Pada saat kejadian yang berada di dalam rumah adalah istri dan anak Nus Kei," ujar AKBP Yudhistira Midyahwan saat dikonfirmasi Wartakota live.com, Senin (22/6/2020).
Menurut Yudhistira, istri dan anak-anak Nus Kei langsung menyelamatkan diri dari serangan kelompok tersebut.
"Istri dan anaknya itu melarikan diri ke lantai atas. Lalu menyeberang ke rumah sebelah," katanya.
Kemudian para pelaku melarikan diri dengan menabrak gerbang Cluster Australia.
"Pengemudi ojek online terkena tembakan itu," ucapnya.
Korban diketahui atas nama Ardiansyah.
Driver ojol ini terkena luka tembak pada bagian jempol kaki kiri.
"Korban menjalani perawaran di RS Medika Karang Tengah," kata Yudishtira.
Bahkan terdengar letusan tembakan di kawasan Green Lake City tersebut.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Heriyanto, petugas keamanan (security) Green Lake City.
Dia menjelaskan, segerombangan orang berbadan tegap tiba-tiba datang ke rumah Nus Kei.
"Mereka mengamuk di rumah Nus Kei," ujar Heriyanto kepada Wartakotalive.com, Minggu (21/6/2020).
Para pelaku membawa senjata tajam dan pistol dan mengobrak-abrik rumah tersebut.
"Dua kendaraan milik bapak Nus Kei dirusak," ucapnya.
Para pelaku juga melakukan tindak kekerasan terhadap petugas keamanan.
Pelaku tersebut menodongkan senjata api ke petugas dan menabrak satpam yang berjaga hingga terpental.
"Mereka juga sempat umbar tembakan. Driver Ojol terkena tembakan. Anggota sekuriti juga luka tertabrak. Korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Dari informasi bapak Nus Kei, ini perbuatan dari saudaranya, John Kei," kata Heriyanto.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dibacok Anak Buah John Kei, Anggota Nus Kei Sempat Berusaha Bangun Sebelum Tewas" dan berjudul:Begini Rekonstruksi Kekejaman Penyerangan Kelompok John Kei yang Tewaskan Anak Buah Nus Kei
• Kisah Menarik John Kei yang Berawal dari Tahun 1986 Berangkat ke Surabaya hingga Melamar Jadi TNI AL
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/statemen-menohok-kapolri-pada-john-kei_jangan-kalah-dari-preman.jpg)