News Video
VIDEO Detik-detik Ibu Korban Dapat Pesan Mengejutkan, Dua Anaknya Dibunuh Suami Tercinta
Sembari menunjukkan bukti pesan melalui messenger kepada petugas TNI, bukti chat bersama pelaku yang diduga kuat merupakan ayah tiri korban.
VIDEO Detik-detik Ibu Korban Dapat Pesan Mengejutkan, Dua Anaknya Dibunuh Suami Tercinta
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Jasad kedua bocah bernama Iksan Fatilah dan Rafa Anggara, keduanya warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Kota, berhasil ditemukan.
Penemuan jasad kedua korban, membuat warga di kawasan sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso geger pada Minggu (21/6/2020) kemarin.
Dalam video amatir yang berhasil dihimpun Tribun Medan, seorang wanita yang merupakan ibu kandung kedua korban tak kuasa menahan rasa sedihnya.
Sembari menunjukkan bukti pesan melalui messenger kepada petugas TNI, bukti chat bersama pelaku yang diduga kuat merupakan ayah tiri korban.
Namun karena keadaan ibu korban tidak stabil, hp yang menunjukkan isi chat tersebut diambil alih seorang laki-laki.
"Sebelumnya aku minta maaf yang sebesar-besarnya sama mu. Awalnya anak mu minta eskrim. Aku bilang tidak ada," ucap pria tersebut yang membacakan isi pesan dari seorang yang diduga pelaku.
Dalam video tersebut, petugas TNI dan pria yang memegang hp ibu korban menuju lokasi ditemukannya jasad korban.
Usai penemuan jasad, petugas kepolisian Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan melakukan penyelidikan terkait kematian kedua korban.
Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan yang dikonfirmasi Tribun Medan mengatakan, kasus ini sedang didalami.
"Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Dari keterangan di lokasi yang berhasil dihimpun Tribun Medan, pelaku yang diduga merupakan ayah tiri korban, mengakui perbuatannya dengan dugaan pembunuhan karena mendapat pesan singkat melalui messenger.
Fathulzanah yang merupakan ibu korban dikabarkan mendatangi sekolah Global Prima dan di sana ibu korban menjumpai kedua buah hatinya telah meninggal dunia.
Korban alami luka dibagian kepala yang diduga akibat benturan keras.
Melihat jasad kedua anaknya, sontak membuat Fathulzanah menjerit histeris hingga membuat satpam sekolah Global Prima berhamburan ke arah sumber suara.