Kisah John Kei, Mantan Satpam Diskotek Sukses di Jakarta, Kini Terlibat Serang Saudaranya Nus Kei
Seingat John Kei, dia hanya pernah terlibat dengan bisnis menyangkut tanah satu kali saja.
TRI BUN-MEDAN.com - Nama John Kei menjadi trending twitter pada Senin (22/6/2020).
Hal tersebut setelah John Kei diduga terlibat dalam kasus keributan di Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.
Sekelompok orang yang disebut merupakan anak buah John Kei menyerang rumah milik Nus Kei di Green Lake City.
John Kei bahkan kini diringkus polisi bersama 25 orang lainnya.
Tapi belum jelas apakah John Kei terlibat dalam kasus keributan tersebut.
Terlepas dari kasus terbaru ini, nama John Kei memang begitu lekat dengan kekerasan di Jakarta.
Tapi bagaimana sebenarnya John Kei memulai bisnisnya di Jakarta, sampai akhirnya dia terlibat dalam berbagai kasus kekerasan di Jakarta.
Bahkan John Kei pernah mengaku bahwa kekuatan di Jakarta terbangun seusai ia terlibat kasus pembunuhan dan dipenjara.
John Kei pernah menceritakan kisah kehidupannya saat diwawancara Pendeta Gilbert Lumoindong, dan diposting dalam program #KAMUHEBAT Pendeta Gilbert di akun youtubenya dengan judul 'John Kei Menangis Ingat Keluarga.
John Kei memulai ceritanya dengan mengisahkan peristiwa ketika ia keluar dari kampungnya pada tahun 1986.
• Kronologi Gadis 18 Tahun Dirudapaksa, Mabuk Miras Bareng Kapten Kapal Pinisi, Sadarnya Sudah Bugil
John Kei berbohong pada ibunya untuk bisa pergi ke Jawa.
Dia mengaku hanya akan pergi ke Dobo sekitar 1 bulan lamanya.
Dobo tidak jauh dari kampung halamannya di Kei, Maluku Tenggara.
• BREAKING NEWS: 33 Orang Terpapar Virus Corona Dalam Satu Desa di Simalungun, Positif Covid-19
Tapi nyatanya John Kei justru pergi ke Surabaya tanpa sepeser pun uang.
Di Surabaya, John Kei tinggal bersama keluarganya.
Dia lalu sempat mencoba mendaftar menjadi prajurit TNI Angkatan Laut pada tahun 1987.
Dia kemudian gagal mengikuti tes lantaran memukul peserta lain saat proses seleksi.
"Ada peserta yang panggil Ambon Itam..Ya saya hajar," ujar John Kei.
Akibat perkelahian itu, John Kei tidak sempat ikut tes, ia lekas dikeluarkan.
"Setelah itu saya tato badan untuk melupakan masuk Angkatan Laut," ujar John Kei.
Tahun 1988, John Kei pergi ke Jakarta.
• Harimau Sumatera Kembali Muncul Berpindah-pindah Tempat di Langkat Beberapa Minggu Terakhir
Di Jakarta ia ditampung di rumah kerabatnya yang lain di kawasan Berlan.
Lucunya, saat itu John Kei tidak tahu rumah kerabatnya di Jakarta.
Dia hanya diberitahu bahwa rumahnya ada di kawasan Berlan.
John Kei sempat bingung mencari rumah kerabatnya sampai melihat sebuah celana jins tergantung depan sebuah rumah.
John Kei ingat bahwa itu celana jins milik kerabatnya ketika datang ke Surabaya.
John Kei pun memilih masuk ke dalam rumah, dan ternyata benar.
Pendeta Gilbert Lumoindong tertawa lebar mendengar cerita bagaimana John Kei tiba di Jakarta pertama kali.
Dari sanalah John Kei mulai mengenal kehidupan malam.
• FAKTA BARU Pembunuhan 2 Anak di Medan, Polisi Gelar Prarekonstruksi, Pelaku Diteriaki Dihukum Mati!
Ia bekerja dari satu pub ke pub lain.
Pekerjaan di diskotek ini ia mulai kerjakan tahun 1988.
Sampai akhirnya bekerja menjadi Satpam di salah satu diskotek di Jalan Jaksa.
Ia memperoleh gaji Rp 200.000 per bulan.
"Tapi tiap bulan terima kertas aja karena banyak utang," ujar John Kei.
Tapi ia tak lama menjadi Satpam karena berkelahi dengan bosnya.
Dia menghancurkan semua barang-barang bosnya, lalu kembali ke kampung halamannya di Pulau Kei.
John Kei menceritakan bahwa ketika ia pulang ke kampung halamannya, kondisi keuangannya sudah jauh lebih baik.
• Tertangkapnya Bandit Jakarta, Suara Tembakan Bergema Saat Penangkapan John Kei Bersama 25 Anggotanya
Bahkan ibunya sampai terharu dengan apa yang bisa didapatkan John Kei.
Dia kemudian kembali bekerja di Jalan Jaksa, lalu terlibat kasus pembunuhan di jalan jaksa di tahun 1992.
Dia divonis 5 tahun penjara, dan bebas pada tahun 1995.
Menurut John Kei, setelah ia keluar penjara untuk pertama kalinya, saat itulah kekuatannya mulai terbangun.
Dia jadi memiliki anak buah, dan banyak orang mulai memilih bergabung dengannya.
Hal itu membuatnya jadi seperti pimpinan geng.
Saat itu, John Kei mengklaim bahwa dirinya sudah memiliki pasukan di mana-mana.
Di awal bisnisnya, John Kei paling anti dengan pekerjaan menjaga tempat hiburan.
"Jadi kalau saya ketemu pengusaha, you kasih kerjaan saya kerja. Tapi kalau kerja jadi security saya tidak," kata John Kei.
"Tapi kalau ada kerjaan jadi debt collector, itu pasti saya mau," ujar John Kei.
Makanya kemudian John Kei menggerakan anak buahnya untuk menjadi debt collector.
Ketika bisnisnya makin membesar, John Kei mengatakan punya 500 - 600 orang yang sangat setia kepadanya.
"Saya punya 500 - 600 orang yang kalau saya suruh pergi ke neraka, mereka pergi ke neraka," ujar John Kei.
Tapi di luar itu, John Kei masih memiliki banyak anak buah lain.
Bahkan, kekuatan anak buah John Kei tak terbatas. Segalanya sesuai kebutuhan John Kei.
"Kalau saya butuh berapa, maka mereka kumpul," ujar John Kei.
2 Jenis Bisnis yang Dihindari John Kei
John Kei juga menceritakan bahwa ada 2 jenis bisnis yang paling dia hindari.
Seingat John Kei, dia hanya pernah terlibat dengan bisnis menyangkut tanah satu kali saja.
Selain itu, selama menjadi bos preman, John Kei ternyata tidak mau menjalankan bisnis narkoba.
"Dari dulu saya tidak mau transaksi narkoba," ujar John Kei.
Jadi ada 2 jenis bisnis yang paling ia hindara. Pertama, menyangkut tanah. Kedua, menyangkut narkoba.
(cc)
Artikel ini sudah tayang di Warta Kota dengan judul : Kisah John Kei Sukses Bangun Bisnisnya di Jakarta Usai Terlibat Kasus Pembunuhan Tahun 1992
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lihat-perbandingan-foto-john-kei-sebelum-dan-sesudah-diedit_20170914_180819.jpg)