Hidupkan Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Langkat Kukuhkan Program Kampung Tangguh Terasa

Pemkab Langkat akan melawan corona dengan cara menghidupkan ekonomi kerakyatan untuk menguatkan sosial ekonomi masyarakat tedampak Covid-19.

DOK. Humas Pemkab Langkat
Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat menggelar rapat persiapan Kampung Tangguh Terasa untuk Penanggulangan Covid 19 di Kabupaten Langkat, di Jambur Desa Raja Tengah kecamatan Kuala, Langkat, Jumat (12/6/2020). 

TRIBUN–MEDAN.com - Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengatakan, pihaknya terus bekerja melawan Covid-19 dengan memutus mata rantai penyebarannya.

“Selain mencegah penyebarannya, kami juga menghidupkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi ini," tegasnya, di Stabat, Langkat, Sabtu (19/6/2020).

Dia menyebut, Satgas Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di bawah pimpinannya melawan penyebaran virus corona juga dengan cara menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Untuk itu, pihaknya pun mempersiapkan pengukuhan “Kampung Tangguh Terasa” sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa.

Rencananya, sebut Terbit,  program ini akan memaksimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Negeri Bertuah tersebut.

Dia menerangkan, caranya adalah dengan memaksimalkan hal-hal yang menonjol di daerah masing-masing, baik simpan pinjam, home industry, usaha kecil menengah (UKM) atau lainnya agar dapat menghasilkan pundi-pundi rezeki.

"Intinya dapat memutar roda perekonomian yang menyejahterakan masyarakatnya," ungkapnya seperti keterangan tertulisnya.

Wakil Bupati Langkat H.Syah Afandin bersama Kapolres Langkat AKBP Edy Suranta Sinulingga SIK, pada acara persiapan Desa Aman Damai Kecamatan Sirapit sebagai salah satu Kampung Tangguh Terasa, di Aula Kantor Camat Sirapit, Kamis (18/6/2020).
Wakil Bupati Langkat H.Syah Afandin bersama Kapolres Langkat AKBP Edy Suranta Sinulingga SIK, pada acara persiapan Desa Aman Damai Kecamatan Sirapit sebagai salah satu Kampung Tangguh Terasa, di Aula Kantor Camat Sirapit, Kamis (18/6/2020). (DOK. Humas Pemkab Langkat)

Selain itu, Terbit juga menyebut program Kampung Tangguh Terasa ini diharapkan membentuk mental kemandirian masyarakat terkait ekonomi, terutama  bagi daerah yang  sangat terdampak Covid-19.

"Kami tidak ingin ada masyarakat Langkat yang menjadi susah sebab corona. Jadi mari kita bersama menyukseskan program ini," ujarnya.

Penguatan sosial ekonomi UMKM

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika Syahmadi menyampaikan, salah satu tujuan program ini menguatkan sosial ekonomi dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kelompok tani.

Dia menjelaskan, secara teknis, program ini akan bekerja sama di bidang pemasaran dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), lalu Bumdes bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi.

"Jadi Bumdes diharapkan bisa melahirkan industri-industri kreatif dan inovatif yang mampu memberdayakan  masyarakat desa setempat. Seperti industri rumah tangga, aneka makanan dan lainnya," jelasnya.

Syahmadi juga menyebut, Desa Aman Damai Kecamatan Sirapit menjadi kampung pertama yang disiapkan sebagai Kampung Tangguh Terasa pada Kamis (18/6/2020).

Kadis Kominfo saat memberikan sosialisasi terkait penyaluran Bansos Covid 19 kepada Kades/Lurah beberapa waktu lalu.
Kadis Kominfo saat memberikan sosialisasi terkait penyaluran Bansos Covid 19 kepada Kades/Lurah beberapa waktu lalu. (DOK. Humas Pemkab Langkat)

Alasannya mengingat kemampuan kampung ini perekonomian masyarakat tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi diharapkan desa ini, bisa menjadi percontohan di Langkat untuk menghidupkan perekonomian," harapnya.

Kadis Sosial Rina Wahyuni Marpaung menambahkan, sebelumnya pihaknya juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp 600.000 per Kepala Keluarga (KK) untuk 80.000 KK.

Lalu, ada pula bansos dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berupa sembako senilai Rp 225.000 per KK untuk 161.554 KK.

Kemudian bansos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat berupa sembako senilai Rp 225.000 per KK untuk 74.621 KK.

"Semuanya akan disalurkan selama 3 bulan. Tujuannya juga untuk memperkuat sosial ekonomi bagi masyarakat yang terdampak," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved