Polisi Ikut Cari Makhluk Misterius Pengisap Darah Ternak, Bupati Taput Bikin Sayembara Rp 10 Juta
Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbingbing mengamini adanya peristiwa menggegerkan yang membunuh ratusan ekor ternak warga
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
"Saat dicek, pada tubuh hewan ditemukan sejumlah luka gigitan dan cabikan. Warga panik mengetahui kondisi itu, pemilik kemudian meminta bantuan warga lain untuk mengeluarkan ternak yang sudah dalam kondisi mati dengan sejumlah luka itu," paparnya.
Warga pun geger dengan penemuan tersebut,
Eka mengatakan, hingga saat ini, warga belum pernah melihat hewan apa selama ini yang menyerang hewan-hewan ternak.
Peristiwa tak jauh berbeda terjadi di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 2017 silam.
Bahkan, ratusan warga sampai menyisir hutan guna mencari pembunuh dan pengisap darah hewan ternak.
Warga dibantu oleh Babinsa dan kepolisian itu resah karena ada puluhan kambing dan ayam yang mati misterius.
"Sasaran ratusan warga yang hari ini menyisir hutan dan perbukitan adalah hewan liar seperti anjing dan sejenisnya, kucing hutan dan sejenisnya mengingat ternak warga mati tidak wajar yang diduga pelakunya hewan liar," ujar Camat Samarinda Utara Samsu Alam di Samarinda, Minggu (2/7) seperti dilansir Antara.
Kambing dan ayam milik warga mengalami kematian tidak wajar karena sebelumnya tidak sakit.
Hewan ternak yang mati tersebut berubah menjadi lebih kurus seolah darahnya diisap, sementara secara keseluruhan tidak ada daging yang dimakan.
(Jun-tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/olah-tkp-ternak-mati-misterius.jpg)