Mengalami Peningkatan, Inilah Sayuran dan Buah-Buahan yang Paling Banyak Diekspor Sumut
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi ekspor yang cukup besar dalam bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi ekspor yang cukup besar dalam bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
"Secara umum ekspor kita dari tahun ke tahun, 2016 hingga 2019 menunjukkan grafik cukup stabil, bahkan mengalami peningkatan," ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Ir. Dahler Lubis, Senin (16/9/2019).
Ia menjelaskan adapun sayuran yang paling banyak diekspor adalah kubis. Selain itu, sayuran yang diekspor adalah selada, wortel, timur, kacang panjang, kacang-kacangan, tomat dan kentang.
"Sayuran yang paling banyak diekspor itu kubis, dari PT Inti Bumi Alam Lestari, CV Buana Agri Sejahtera dan CV Bintang Gemilang. Banyak yang ekspor kubis ini cuma mereka tujuan hampir sama rata rata ke Taiwan dan Korea," ucap Dahler.
Diakuinya, buah-buahan yang paling banyak diekpor adalah manggis, alpokat, dan durian. Beberapa negara tujuan ekspor buah ini antara lain Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Korea.
"Buah yang diekspor itu manggis, alpokat, durian, lemon, salak, pisang, jeruk dan lemon. Untuk buah manggis alpokat, dan durian itu dari CV. Untung Jaya Meliala, tujuan ekspornya ke Singapura dan Malaysia. Sebagian juga akan diekspor mereka lagi ke Korea jadi titik kumpulnya di Singapore dan Malaysia," kata Dahler.
Ia menjelaskan untuk buah durian yang diekspor ke Korea itu dalam bentuk buah segar. Sementara itu, sayuran import pada umumnya merupakan sayuran olahan, contohnya sayuran asinan dan kentang frozen.
"Sayuran asinan itu banyak yang masuk, kentang frozen juga banyak yang diimport, jadi yang bergerak di sini itu para pelaku bisnis," ucapnya.
Hal menarik lainnya, Sumut juga sudah mengekspor permintaan khusus berupa ubi rambat dalam bentuk powder yang dikirim ke Korea dan Jepang.
Selain itu, tanaman hias Sumut juga kini sudah sampai ke Spanyol dan Belanda. "Bibit bunga tulip itu dari Sumut, dan kita sudah ekport melalui Bandara Kualanamu," ucapnya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/viral-video-pembeli-kaget-setelah-beli-kentang-panggang-yang-penjualnya-bukan-manusia.jpg)