FOTO-FOTO Orang Utan Muncul di Lau Kawar, Pengunjung Kaget Sekaligus Senang
Seorang warga bernama Lisbeth Pakpahan, mengaku sempat kaget sekaligus senang ketika melihat orang utan tersebut muncul di ranting pohon.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, dihebohkan dengan kehadiran seekor orang utan yang terlihat di sekitar hutan yang berdekatan dengan kawasan Danau Lau Kawar.
Menurut informasi, primata dengan nama latin pongo abelii ini sudah terlihat sekitar dua pekan terakhir.
Seorang warga bernama Lisbeth Pakpahan, mengaku sempat kaget sekaligus senang ketika melihat orang utan tersebut muncul di ranting pohon.
"Ngelihat langsung baru pertama kali. Sangat senang ya, biasanya ngelihatnya dikebun binatang," ucap Lisbeth, Jumat (19/6/2020).
"Kebetulan mau main-main ke Lau Kawar, pas pulak kelihatan," sambungnya.
Lisbeth juga menuturkan dengan melihat langsung, ia mendapatkan kepuasan batin terhadap dirinya sendiri.
"Hidup bebas dia kalau di hutan gini, biasanya di kebun binatang diakan di kurung," ucap Lisbeth.
"Dia tenang enggak takut ngelihat orang. Kata orang-orang sini sudah hampir dua minggu. Mungkin udah biasa ngelihat orang makanya enggak takut," tambahnya.
Sementara itu, pantauan wartawan www.tribun-medan.com di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, orang utan itu terlihat bergantungan di batang pohon.
Diduga, primata ini kelaparan karena di habitat aslinya stok makanan berupa buah tidak memadai.
Kedatangan orang utan ini sontak membuat warga sekitar berantusias melihatnya.
Beberapa kali orang utan ini tampak bergantungan antara satu batang pohon ke batang yang lainnya.
Namun, sesekali orang utan ini menyembunyikan dirinya di dahan-dahan pohon betung.
Seorang warga yang juga merupakan relawan Lingkar Sinabung Pelin Depari, menyebutkan primata ini sudah terlihat keluar masuk wilayah Lau Kawar sekitar dua pekan terakhir.
Namun, dirinya mengaku saat itu hewan berbulu ini masih belum terlalu sering menampakkan dirinya.
"Kalau awalnya itu dulu sekitar tahun 1980-an juga cukup sering ada orang utan di kawasan Lau Kawar. Tapi ini muncul lagi sekitar dua minggu terakhir, cuma jarang. Paling seminggu terakhir inilah yang sering nampak keluar dari hutan sana dia," ujar Pelin, Kamis (18/6/2020).
Ketika ditanya perihal waktu tertentu primata tersebut keluar, ia menyebutkan dalam sehari orang utan ini sering terlihat tiga kali dalam satu hari.
Ia mengatakan, pada saat waktunya keluar orang utan ini juga hanya keluar untuk mencari makan di pepohonan yang berada di pinggiran danau.
"Iya dia keluarnya juga cuma untuk makan saja, biasanya keluarnya itu tiga kali sehari pukul 09.00 WIB, pukul 11.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB," ungkapnya.
Menurut dia, keberadaan orang utan ini tidak menjadi ancaman untuk masyarakat. Bahkan, menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.
Keberadaan primata ini juga masih pada batas aman dan tidak mendekati masyarakat.
"Sampai saat ini enggak ada hal yang mengancam untuk warga, karena dia memang keluar itu untuk cari makan saja. Masyarakat juga enggak ada yang mau ganggu, malah senang melihat orang utan itu," katanya.
Sebagai relawan, pihaknya juga sudah memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan ancaman kepada orang utan tersebut.
Terlebih, saat ini hewan tersebut masih berada di habitat aslinya.
Dan menurutnya, masyarakat sekitar juga sadar akan kelestarian hewan-hewan yang ada di sana.
(cr4/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/orang-utan-lau-kawar-1.jpg)