Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, KPUD Karo Butuh Tambahan Anggaran 2,7 Miliar

Pandemi ini tentunya berkaitan dengan penambahan anggaran dari sebelumnya untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) untuk seluruh panitia.

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
KPUD Karo menggelar rapat persiapan Pilkada 2020 di tengah pandemi bersama Forkopimda Karo, di Aula Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Selasa (16/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Setelah sempat terhenti dari penyebaran pandemi penyebaran virus corona (Covid-19), segala tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sempat tertunda.

Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), akhirnya membuat keputusan jika tahapan ini kembali dimulai, dan direncanakan proses pemilihan akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Dengan adanya arahan dari KPU RI ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo mulai melakukan beberapa tahapan.

Salah satu tahapan yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo untuk membicarakan teknis mengenai penyelenggaraan Pilkada ini.

Pilkada di Tengah Pandemi, KPUD Karo Maksimalkan Sosialisasi via Media Sosial

Pada rapat yang digelar di Aula Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe ini, Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan mengaku jika dampak pandemi ini tentunya berkaitan dengan penambahan anggaran dari sebelumnya. Dirinya mengatakan, penambahan anggaran ini nantinya digunakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) untuk seluruh panitia.

"Kalau untuk Pilkada ini, kita kan memang sudah ada anggaran yang diputuskan kemarin. Tapi karena dampak pandemi ini, kita butuh penambahan anggaran untuk pembelian APD karena disesuaikan dengan protokol kesehatan," ujar Gemar, saat ditemui di Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Selasa (16/6/2020).

Gemar mengaku, memang sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama dengan KPU Provinsi Sumatera Utara untuk membahas seputar pengadaan anggaran tambahan ini.

Ketika ditanya mengenai besaran dana tambahan uang dibutuhkan, Gemar mengaku pihaknya sudah mengajukan anggaran sebanyak kurang lebih Rp 2,7 miliar.

"Kita sudah mengajukan anggaran dari APD, lebih kurang 2,7 miliar rupiah, dan ini untuk kebutuhan semua penyelenggara hingga ke tingkat desa dan sampai penyelenggaraan selesai," ungkapnya.

Demokrat Dukung Akhyar Nasution Maju ke Pilkada Medan, Ini Alasannya

Gemar mengatakan, mengenai besaran anggaran tambahan ini sudah disesuaikan dengan harga yang masih belum spesifik. Dirinya menyebutkan, untuk pengadaan anggaran sendiri pihaknya juga masih belum mengetahui secara pasti sumber dana yang akan diturunkan.

"Rasionalisasi anggaran sudah kita lakukan, tapi tetap kurang karena kebutuhan APD kita tinggi. Kita ada dua opsi, apakah menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), atau dari negara. Ini kita masih menunggu keputusan dari pimpinan kita," ucapnya.

Ketika ditanya APD berbentuk apa saja yang dibutuhkan oleh penyelenggara, dirinya mengaku APD yang dibutuhkan ialah masker, pembersih tangan, sarung tangan. Dirinya mengatakan, untuk panitia yang bertugas pada saat pemungutan suara, juga harus disediakan APD berupa pelindung wajah, tisu, pembersih tangan, dan lainnya. (cr4/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved