Penyebab Seorang Tenaga Medis Dipukuli, Pelakunya Ngamuk Ngotot Minta Rapid Test di Rumah Sakit

Wrga mengamuk dan memukuli seorang tenaga medis di sebuah rumah sakit viral di media sosial.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi tenaga medis 

TRI BUN-MEDAN.com -

Rekaman video yang memperlihatkan seorang warga mengamuk dan memukuli seorang tenaga medis di sebuah rumah sakit viral di media sosial.

MASALAH ASMARA, 3 Oknum Anggota TNI Pukuli Siswa SMA, Berebut Seorang Wanita 17 Tahun

Marak Silver Man di Persimpangan Lampu Merah di Medan Diduga Terorganisir, Nih Reaksi Dinsos

Dari penelusuran yang dilakukan, peristiwa tersebut terjadi di RSUD Umar Masud, Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (31/5/2020).

Adapun pelaku yang mengamuk tersebut diketahui bernama M Rosidi (49), warga Sangkapura, Gresik, Jawa Timur.  

Sedangkan korbannya adalah tenaga medis RSUD Umar Masud bernama Jamaludin (37).

Direktur RSUD Umar Masud Bawean, dr Tony S Hartanto mengatakan, peristiwa itu bermula saat M Rosidi hendak melakukan rapid test untuk keperluan datang diacara wisuda anaknya.

Namun  yang bersangkutan tidak bisa melakukan rapid test, karena kuotanya di RSUD itu telah habis.

Mengingat dalam satu hari hanya dibatasi 10 saja.

MASALAH ASMARA, 3 Oknum Anggota TNI Pukuli Siswa SMA, Berebut Seorang Wanita 17 Tahun

Habis Reda Kasus Sunat BLT dari Rp 600 Ribu jadi Rp 100 Ribu, Kini Muncul Kasus Sekdes Ecek-ecek

Tak terima dengan penjelasan itu, yang bersangkutan mengamuk dan langsung memukul seorang tenaga medis RS.

Alasannya, karena sudah datang sejak pagi.

"Pelaku tidak terima dan mendatangi tenaga medis kita dan langsung dipukul itu," ucapnya.

Menyikapi aksi arogan pelaku, sejumlah petugas sempat melerai namun tak diindahkan oleh pelaku.

 Atas insiden itu pihaknya langsung melaporkannya kepada polisi.

"Kami tetap menyayangkan tindakan kekerasan. Sebenarnya persoalan ini hanya salah paham saja," pungkas dr Tony.

MASALAH ASMARA, 3 Oknum Anggota TNI Pukuli Siswa SMA, Berebut Seorang Wanita 17 Tahun

Habis Reda Kasus Sunat BLT dari Rp 600 Ribu jadi Rp 100 Ribu, Kini Muncul Kasus Sekdes Ecek-ecek

Sementara Kapolsek Sangkapura, AKP Rahmad saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved