Lerai Pasutri Cekcok, Polisi di Toba Disabet Parang
Seorang anggota kepolisian di Kabupaten Toba terluka disabet senjata tajam saat sedang melerai pasangan suami istri (pasutri) yang sedang cekcok.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRI BUN-MEDAN.com, TOBA - Seorang anggota kepolisian di Kabupaten Toba disabet senjata tajam saat sedang melerai pasangan suami istri (pasutri) yang sedang cekcok.
Pelaku adalah Jairin Siagian (55), warga di Desa Maju, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba.
Kasubbag Humas Polres Toba Aiptu Khairudin Sukri Yanto mengatakan, Aiptu Manahan FS Nadapdap dilukai ketika melerai percekcokan Jairin dengan istrinya.
"Jairin melukai seorang petugas kepolisian yang coba mendamaikan pertengkaran dengan istrinya dan anaknya semalam," kata dia, Rabu (3/6/2020).
Akibat kejadian itu, Jairin terpaksa dilumpuhkan polisi dengan dua butir timah panas.
Peristiwa tersebut berawal dari adanya pengaduan masyarakat dari Kepala Desa Maju, Kecamatan Sigumpar, Belman Siagian, ke Polsek Silaen, Polres Toba.
Belman Siagian bersama Desminar Panjaitan, istri dari Jairin Siagian, mendatangi Polsek Silaen dan melaporkan adanya seseorang yang melakukan pengancaman di desa mereka.
• TERUNGKAP 75 Persen Uang Sekolah Swasta di Medan Menunggak, Pemko Tegaskan Agar Patuhi Surat Edaran
• Melonjak Tajam Pasien Covid-19 di Sumut, Bertambah 26 Kasus Jadi 444 Orang, Sembuh Ada 9 Orang
• Sejumlah Polisi Tunggui Jenazah Bripka AMP di RS Bhayangkara Tebingtinggi
Pengancaman itu dilakukan Jairin Siagian kepada istri dan anak perempuannya, Hetnida Siagian, Selasa, (2/6/2020) siang.
Informasi yang dihimpun dari Desminar Panjaitan, laporan tersebut diterima oleh Aiptu Manahan Ferdinan Sugiarto Nadapdap (Kanit patroli) dan Aipda Hendri Naibaho.
Keduanya langsung mendatangi kediaman pelaku.
Sesampainya di rumah Jairin Siagian, istrinya terlebih dahulu masuk ke dalam rumah dan menanyakan keberadaan Jairin pada adik perempuan pelaku yang saat itu berada di dalam rumah pelaku.
Saat itulah, tiba-tiba pelaku langsung keluar dari dalam kamar dengan membawa sebilah pisau dengan panjang sekitar 50 cm.
Pelaku pun mengayunkan pisau tersebut ke arah leher Desminar.
Beruntung, Desminar langsung melarikan diri ke luar rumah.
Melihat hal itu, Aiptu Manahan FS Nadadap kemudian coba menenangkan Jairin.
Namun, Jairin malah mengamuk dan mengancam Manahan dengan mengatakan, "Kau polisi kubunuh kau".
Aiptu Manahan pun mencoba memberi tembakan peringatan untuk menenakan pelaku.
Namun, Jairin Siagian tidak menghiraukannya.
Pelaku malah menyerang Aiptu Manahan FS Nadapdap sehingga melukai lengan dan jarinya.
• Update Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, Polda Sumut Kumpulkan Bahan dan Periksa Alat Bukti
• Periksa Enam Mantan Anggota DPRD Sumut, KPK Kumpulkan Kelengkapan Berkas untuk 14 Tersangka
Merasa situasinya sudah membahayakan, Aiptu Manahan akhirnya melepaskan dua tembakan ke arah Jairin Siagian.
Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu langsung membawa keduanya ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk mendapatkan perawatan.
Kemudian Jairin Siagian dirujuk ke RS Bhayangkara Medan untuk tindakan medis lebih lanjut.
Khairudin mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
"Saat ini Polres Toba sedang Mendalami motif pelaku yang melakukan penyerangan kepada istrinya dan juga kepada petugas Kepolisian dengan menggunakan sajam," ujarnya.
(Jun-tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-dibacok-leras-cekcok-pasutri.jpg)