Sempat Tak Mengaku, Kapolsek Penabrak Rumah Warga Akhirnya Buka Suara, Sebut Halusinasi
Setelah dicopot dari jabatan kapolsek, Iptu SY akhirnya buka suara soal peristiwa yang merenggut nyawa balita dan neneknya tersebut.
TRI BUN-MEDAN.com - Setelah dicopot dari jabatan kapolsek, Iptu SY akhirnya buka suara soal peristiwa yang merenggut nyawa balita dan neneknya tersebut.
Kapolsek di Rembang, Jawa Tengah, berinisial Iptu SY itu sebelumnya tak mengakui bahwa dirinya yang mengemudikan mobil Isuzu Panther bernopol L 1476 GK yang menabrak rumah warga.
Kini, ia mengakui dan membeberkan alasan hingga dirinya menabrak rumah warga.
Ia menyebut mengalami halusinasi sebelum kecelakaan itu terjadi.
Ada pun kecelakaan berujung tragedi yang merenggut nyawa terjadi di Rembang, Jawa Tengah terjadi Senin (25/5/2020) malam.
Akibat kejadian itu, rumah warga yang ditabrak hancur.
Dua penghuninya yakni seorang balita berinisial PT dan neneknya YS (50) tewas di lokasi.
Keluarga korban menduga, kapolsek mengemudi dalam keadaan mabuk.
• Pecatan TNI Ruslan Buton Akan Melawan Balik Secara Perdata dan Pidana
• Eks Napi Asimilasi Cabuli Anak Calon Istri, Korban Masih Berusia 12 Tahun, Modus Belajar Motor
Kejadian tersebut bermula ketika Kapolsek Iptu SY hendak berangkat apel.
Saat itu, ia mengendarai sebuah mobil Isuzu Panther dan mengenakan seragam dinas.
"Yang bersangkutan perjalanan apel ke Polsek," tutur Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto.
Mobil melaju kencang dari arah barat ke timur sekitar pukul 20.30 WIB.
Menurut pengakuan Kapolsek, dirinya merasa berhalusinasi dan melihat seseorang menyeberang.
"Pengemudi (Iptu SY) terhalusinasi melihat orang menyeberang sehingga banting setir dan menabrak rumah warga," tutur dia.
Sempat Tak Mengaku
Akibat benturan keras, bagian depan rumah warga remuk.
Balita berinisial PT dan neneknya tewas di lokasi.
Orangtua PT, Mahfudz menduga kapolsek dalam keadaan mabuk ketika menabrak rumah mertuanya.
Iptu SY, kata Mahfudz, sempat tak mengaku usai menabrak rumah hingga anak balitanya tewas.
"Semula dia (Iptu SY) tak mengakui kalau dia sopirnya dan menyebut kalau sopirnya lari," tutur Mahfudz.
"Mulutnya bau alkohol, ngomongnya enggak jelas seperti orang mabuk," lanjut dia.
• Nagita Slavina Ungkap Kisah Cintanya dengan Raffi Ahmad, Langsung Mantap Nikah Walau Tanpa Pacaran
Sudah Dicopot
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan Iptu SY sudah dicopot dari jabatannya.
Kapolda bahkan sudah menyiapkan pengganti Kapolsek di Kabupaten Rembang yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
"Perkembangan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propam dan kami sudah menyiapkan pengganti kapolsek yang terlibat kecelakaan lalu lintas, pada hari Senin (25/5/2020)," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi kepada Tribunjateng.com seusai menghadiri TFG kontinjensi penyekatan arus balik di Polres Pemalang, Rabu (27/5/2020).
Menurutnya, kalau ada dua alat bukti dalam kejadian tersebut pihaknya akan melakukan proses lebih lanjut.
"Sekarang kapolsek yang alami kecelakaan sudah berada di Polda," ujarnya.
Kemudian terkait dugaan kapolsek mabuk, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium berupa tes darah.
"Nanti kita lihat dulu apakah darahnya mengandung alkohol atau tidak, karena kita masih menunggu hasil laboratorium," imbuhnya.
Kapolda menambahkan, yang jelas pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh perwira Polri untuk menjadi suri tauladan bagi anggota terutamanya masyarakat.
"Begitu melanggar, harus kita lakukan evaluasi dan banyak pemain pengganti yang bisa melaksanakan kegiatan kepolisian dan anggota Polri tidak boleh menyakiti hati masyarakat," tambahnya.
• Eksekusi Keji Ala Korut Terhadap Warganya, Pasutri Ditembak Mati Saat Mau Keluar dari Korea Utara
Balita dan Nenek Tewas
Sebelumnya diberitakan, balita berusia tiga tahun dan neneknya tewas ditabrak sebuah mobil Isuzu Panther bernopol L 1476 GK yang dikemudikan seorang anggota polisi, (25/5/2020) malam.
Iptu SY tidak mampu mengendalikan mobilnya sehingga menghantam rumah warga di Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, sebelum kecelakaan itu terjadi, minibus Panther melaju kencang dari arah barat menuju timur sekitar pukul 20.30 WIB.
Namun, minibus tersebut tiba-tiba oleng ke kiri hingga menyeruduk rumah warga yang berada di pinggir jalan.
"Saat itu pengemudi masih mengenakan seragam dinas kepolisian.
Korban sudah dimakamkan," kata Kepala Desa Bangunrejo, Kusminanto.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolsek-tabrak-rumah-warga.jpg)