Gugus Tugas Covid-19 Sumut Habiskan Rp 1,12 Miliar Untuk Live Streaming, View-nya Cuma 159
Anggota DPRD Sumut Meryl Saragih memberikan sindiran menohok terhadap penggunaan live streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Su
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota DPRD Sumut Meryl Saragih memberikan sindiran menohok terhadap penggunaan live streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumut.
Pasalnya, penggunaan live streaming itu menelan anggaran hingga Rp 1.129.550.000.
Di sisi lain, jangkauan live streaming di akun YouTube Humas Sumut itu sangat minim.
Menurut Meryl, yang juga anggota Pansus Covid-19 DPRD Sumut, kegiatan live streaming Gugus Tugas pada termin pertama hanya 159 view. Padahal, anggaran yang dihabiskan mencapai miliaran rupiah.
"Saya cek live streaming gugus tugas ini. Sampai termin pertama cuma 159 view YouTube.
Dengan anggaran sebesar ini (Rp 1,12 miliar) ya sangat tidak efektif," ungkapnya, Kamis (28/5/2020).
• BREAKING NEWS - Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton Diamankan Personel Gabungan
• Bunuh Istri Pakai Kapak, Tangan Heri Bakal Diamputasi, Polisi Masih Dalami Motif
• PERTAMA KALI, Pasien Positif Covid-19 di Sumut Tembus 30 Orang Kurun 24 Jam, Total 362 Orang
Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu pun membandingkan, viewer akun YouTube keponakannya yang jauh lebih besar dibandingkan akun YouTube Humas Sumut.
"Karena sayang sekali , dengan anggaran sebesar ini yang ngewiev hanya segini. Bahkan keponakan saya lebih tinggi dari 129 ini, bahkan kita tidak tahu ini dari masyarakat atau tidak," tegasnya.
Meryl lebih lanjut menyarankan agar alokasi anggaran live streaming ini bisa dilakukan lebih efektif dengan mengintegrasikan sosial media.
"Bagaimana misalnya saya punya solusi bagaimana kalau untuk mengintegrasikan YouTube dengan website khusus untuk informasi mengenai Covid19 di Sumatera Utara. Jadi salah satu ada portal yang terintegrasi misalnya ada YouTube, Instagram, dan facebook supaya view-nya ini naik," beber Meryl.
Ia bahkan mencontohkan cara BNPB Pusat yang bekerjasama dengan influencer-influencer yang ada dalam sosialisasi di media sosial.
"Mungkin kita bisa mengundang influencer-influencer anak muda untuk bisa digandeng seperti BNPB pusat menggandeng duta-duta untuk Covid-19 ini sehingga membantu karena menurut saya informasi ini sangat penting untuk diberikan ke masyarakat.
Ini sangat penting, karena masyarakat ini sangat tidak peduli. Saya lihat papan-papan imbauan di Sumut sangat minim dan kurang ditampilkan," tegasnya.
Ia menegaskan apabila nantinya alokasi dana live streaming tidak ada perubahan maka sebaiknya segera dialihkan ke pos lainnya.
"Apabila terus seperti ini agar alokasi pembayarannya dipindahkan ke pos yang lebih penting," ujarnya.
• Viral Hasil Rapid Test Tersebar di Sosial Media, Ratusan Warga Serbu Kantor Desa Kolam Deli Serdang
• Akhyar Minta Masukan Lewat Facebook Terkait Pembelajaran Masa New Normal, Ini Tanggapan Warganet
Tak Pakai Pihak Ketiga Lagi
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara, Irman mengaku, pihaknya tidak akan lagi memakai pihak ketiga dalam menyiarkan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan wabah virus Corona atau Covid-19.
Ia mengaku, selama ini live streaming yang dilakukan tersebut memakai pihak ketiga, dan terkesan mengeluarkan anggaran yang besar.
Untuk itulah, ke depan pihaknya tidak lagi akan memakai pihak ketiga.
"Kita tidak lagi akan memakai pihak ke tiga," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Kamis (28/5/2020).
Diketahui, anggaran yang dikelola untuk melakukan siaran langsung ini mencapai Rp 1.2 miliar.
Siaran langsung ini dapat dilihat dari akun YouTube Humas Pemprov Sumut, setiap sorenya.
• Update PPDB SMA/SMK Sumut, Sudah Ada 6.047 Pendaftar dari 14 Kabupaten/Kota
Setalah adanya protes dari DPRD Sumut, Irman segera akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran terhadap siaran langsung itu.
Sehingga, siaran langsung ini tidak akan dilaksanakan oleh pihak ketiga lagi.
"Melakukan evaluasi terhadap anggaran itu. Nanti akan langsung dikelola Kominfo dan Biro Humas untuk meminimalisir biaya,"ujarnya.
Ketika dilaksanakan langsung oleh pihaknya, ia mengaku bahwa anggaran yang keluar nantinya tidak melebihi seratus juta.
"Kalau anggaran setelah kami tangani bersama akan berkurang, di bawah Rp 100 juta, karena tidak adalagi sewa alat dan sewa ruangan," jelasnya.
(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kunker-medan-new-normal.jpg)