Mengapa Ketupat dan Opor Ayam Seakan-akan Tidak Bisa Dipisahkan Ketika Hari Raya Idul Fitri?
Hidangan berkuah kuning ini biasa disajikan dengan varian makanan lain selain ayam, seperti telur rebus, kentang, ketupat, dan nasi hangat.
"Lalu pengaruh dalam hal kuliner itu dimodifikasi seperti opor kan menjadi identitas kuliner lokal Indonesia," ungkapnya.
• Gadis Remaja Berparas Cantik Tewas Dibunuh Pria Bertato, Sahabat: Temanku Dibunuh Pacarnya
Indonesia biasa menyajikan opor dengan ketupat.
Mengapa?
Ternyata, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, tepatnya pada masa pra-Islam.
Menurut Travelling Chef Wira Hardiansyah, ketupat dan opor dipasangkan karena maknanya meminta maaf atas segala kesalahan baik tindakan juga pikiran buruk atas sesuatu atau seseorang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa opor merupakan bentuk asimilasi budaya orang-orang Nusantara.
Konon, opor diadopsi dari Kerajaan Mughal di India.
Sajian ini bernama 'qorma' yang diambil dari bahasa Urdu yaitu teknik memasak daging dengan menggunakan yoghurt dan atau susu.
Sementara di Indonesia, sajian qorma diasimilasi menjadi menggunakan santan. Sajian ini juga mulai masuk nusantara melalui pesisir.
"Karena catatan abad ke-16 telah ramai saudagar-saudagar India yang berdagang di pesisir pantai," jelasnya.
(Ayu Miftakhul Husna)
• Ternyata Ini Sosok Mantan Istri Irwan Mussry Suami Maia Estianty, Diperistri Seorang Jenderal TNI
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Mengapa Opor Kerap Disajikan Bersama dengan Ketupat saat Lebaran? Simak Cerita Asal Usulnya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/potret-ilustrasi-ketupat.jpg)