Kisah Pilu Pemudik, Ingin Bertemu Sang Nenek Ternyata Rumahnya Sudah Dijual, Sekeluarga Telantar

Kisah pilu mudik Lebaran dialami satu keluarga asal Jakarta. Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak yang masih kecil-kecil

Editor: Juang Naibaho
VIA SERAMBINEWS.COM
Ilsutrasi petugas mengenakan APD melakukan evakuasi warga 

TRI BUN-MEDAN.com - Kisah pilu mudik Lebaran dialami satu keluarga asal Jakarta.

Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak yang masih kecil-kecil.

Alih-alih melepas rindu dengan sang nenek yang sudah sekian lama tak bersua, keluarga itu malah telantar hingga terpaksa tidur selama dua malam di emperan toko.

DW (40) bersama istri dan dua anaknya mudik dari Pulogadung, Jakarta menuju Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2020) dini hari.

Ia berniat tinggal di rumah sang nenek di Jalan Selakaso, Kota Tasikmalaya.

Namun, alamat rumah yang dituju ternyata sudah beralih kepemilikan.

Ya, rumah sang nenek telah dijual. Sedangkan keberadaan nenek dari DW tak diketahui.

Di sisi lain, DW telah kehabisan bekal.

Alhasil, DW beserta istri dan dua anaknya yang masih kecil harus tidur di emperan toko di Kota Tasikmalaya.

Data Covid-19 Kota Medan, Kasus Positif Sudah Tembus 198 Orang, Korban Meninggal 19 Jiwa

KRONOLOGI Seluruh Anggota Keluarga, Mulai dari Ayah, Istri dan 6 Anaknya, Kompak Membunuh Putrinya

Berencana Naik Ring Lagi, Mike Tyson Dapat Tawaran Bertarung Senilai RP 295 Miliar

Warga setempat yang melihat hal itu, segera mendekat untuk mencari tahu.

Ternyata keluarga itu sudah tiga hari datang dari Jakarta, dengan maksud pulang ke rumah nenek di jalan tersebut.

"Ini rumah nenek kami. Tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata Dw.

Warga segera melaporkan temuan itu ke aparat terdekat, terlebih salah seorang anggota keluarga mengalami sesak napas.

Tak lama tim medis lengkap dengan APD, untuk mengevakuasi keluarga itu.

Untuk memastikan kondisi kesehatan keempatnya, petugas melakukan rapid test dan ternyata hasilnya non reaktif alias negatif.

Setelah ada kepastian itu, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga itu ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

Aris Kurniawan, warga setempat, menuturkan, sekitar pukul 22.00 ia hendak pulang ke rumah dan melihat satu keluarga itu tiduran di emperan sebuah ruko.

Karena kasihan dan khawatir ia kemudian mendekat. Setelah mengetahui keaadaanya, Aris segera lapor ke aparat terdekat. "Saya lapor ke penyekatan di Jalan Gunung Sabeulah," ujarnya.

Ia menyebutkan, proses evakuasi berjalan lancar. Termasuk saat keempat orang dalam satu keluarga itu menjalani rapid test.

Bantu Warga Kurang Mampu, Polisi Ini Pakai 2 Bulan Gaji Beli Sapi dan 100 Ekor Ayam

Lebaran Hari Kedua, Ada 479 Kasus Baru Positif Covid-19, Pasien Meninggal 19 Orang

Menggelandang di Tasikmalaya

Dw tak menyangka niatnya pulang ke rumah nenek di Jalan Selakaso, Kota Tasikmalaya, berujung nestapa.

Rumah sang nenek ternyata telah dijual dan tidak diketahui pindah ke mana.

Dw bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil, yang bungsu malah masih batita, terpaksa hidup menggelandang selama tiga hari di Jalan Selakaso.

Dua malam mereka tidur di emperan toko.

Seorang warga sekitar, Aris Kurniawan, menuturkan, ia yang pertama kali menemukan keluarga terlantar itu.

"Pas saya mau pulang lihat mereka," ujarnya, Sabtu (23/5/2020).

Merasa penasaran dan kasihan, Aris kemudian mendekati mereka dan bertanya kenapa menggelandang seperti itu.

"Dari situ saya tahu bahwa mereka bermaksud pulang ke rumah neneknya di sini (Jalan Selakaso). Tapi ternyata rumahnya sudah dijual," ujar Aris.

Misteri Pembunuhan Gadis Remaja RO (16) Siswi SMA yang Dilakukan Keluarganya Sendiri, Karena Ritual?

Gadis Remaja Berparas Cantik Tewas Dibunuh Pria Bertato, Sahabat: Temanku Dibunuh Pacarnya

Dw lahir di Jakarta dan tinggal di sekitar Pulogadung.

"Ia mengaku sempat mencari neneknya hingga Pasar Cikurubuk. Tapi neneknya tidak ditemukan," kata Aris.

Diduga sudah tidak punya bekal cukup, satu kelurga itu akhirnya hidup menggelandang di depan toko Jalan Selakaso.

"Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan Dw masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.

Ia mengaku bersyukur aparat cepat tanggap saat dia melapor.

Satu keluarga asal Jakarta ini kini sudah ditangani Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim medis berpakaian APD lengkap mengevakuasi satu keluarga di Jalan Selakaso.

Setelah menjalani rapid test hasilnya negatif, tim medis membawa mereka ke Dinas Sosial untuk ditangani lebih lanjut.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Satu Keluarga Asal Jakarta Telantar di Kota Tasikmalaya, Cari Rumah Nenek Sudah Dijual

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved