Amerika Serikat Targetkan Sudah Akan Memiliki 300 Juta Dosis Vaksin pada Akhir 2020

Presiden AS menargetkan sudah akan memiliki 300 juta dosis vaksin pada akhir 2020.

Editor: AbdiTumanggor
reuters
Dr Anthony Fauci (kiri), bersama Presiden AS Donald Trump 

TRIBUN - MEDAN.COM -  Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengumpulkan ratusan juta dosis vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan dengan tujuan akan ada satu atau lebih vaksin yang siap diluncurkan pada akhir tahun.

"Kami sudah menemukan 100 lebih calon vaksin," kata Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Alex Azar, kepada saluran TV Fox Business Network, Jumat (15/5/2020) waktu setempat atau Sabtu WIB.

Menurutnya, saat ini dalam tahap mempersempit vaksin ke dalam kelompok inti.

“Kita pertaruhkan ratusan juta dolar dan meningkatkan produksi vaksin domestik secara masif sehingga pada akhir tahun, kami berharap akan memiliki satu atau lebih vaksin yang manjur dan aman serta ratusan juta dosis," tambahnya.

Kegagalan Pemerintahan Jokowi Disebut Meliputi Keengganan Pemerintah untuk Memberikan Jaminan Sosial

Gedung Putih (kantor Presiden AS) menargetkan sudah akan memiliki 300 juta dosis vaksin pada akhir 2020.

Hingga saat ini belum ada vaksin untuk patogen ini yang disetujui meski beberapa sedang dikembangkan.

Memproduksi serta mendistribusikan sebuah vaksin efektif dianggap sebagai langkah penting untuk memulai ekonomi AS.

"Kami harus menggunakan secara penuh kekuatan pemerintah AS dan sektor swasta di sini untuk menekan semua waktu (uji coba obat) tersebut.

Selain itu mengurangi inefisiensi dalam pengembangan dan penggunaan kekuatan pemerintah AS untuk memproduksi di tengah risiko, mencapai jutaan dosis vaksin.

Saat ini kami menjalankan uji klinis untuk membuktikan kemanjuran dan keamanannya," kata Azar.

Ciri-ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar pada Bulan Ramadan

Namun, ahli penyakit menular Dr Anthony Fauci, yang mengepalai Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, dalam kesaksian di Senat, Selasa (12/5/2020), mengatakan, gagasan akan adanya vaksin pada musim gugur mendatang, ketika sekolah dan universitas melanjutkan kegiatannya, merupakan ambisi yang terlalu muluk.

Organisasi nirlaba internasional Oxfam mendesak para pemangku kebijakan dan perusahaan farmasi global untuk membebaskan hak paten untuk vaksin Covid-19 dan biaya produksi serta distribusi yang murah.

“Biaya untuk memberi vaksin kepada 3,7 miliar orang lebih murah dibandingkan dengan biaya dan keuntungan sepuluh perusahaan farmasi terbesar dalam empat bulan.

Apapun yang menghambat vaksin tersedia secara gratis bagi mereka yang membutuhkan adalah sebuah tindakan keji,” kata Direktur Eksekutif Interim Oxfam International, Jose Maria Vera, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Potret Kebebasan Mbah Kung (Kakek Sugiono versi Indonesia) Bersama Wanita-wanita ABG sebelum Sakit

Dokumen bocor

Desakan tersebut dilayangkan menjelang pertemuan Majelis Kesehatan Dunia yang akan berlangsung secara virtual pada Senin, 18 Mei 2020, yang akan dihadiri oleh menteri kesehatan dari 194 negara di dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved