15 Warga Dinyatakan Positif Covid-19 Seusai Nekat Buka Plastik dan Mandikan Mayat Korban Terinfeksi

Belasan warga dusun di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19 setelah nekat memandikan jenazah

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

Namun ternyata keluarga tidak mengindahkan anjuran dari rumah sakit dan malah melakukan pemulasaraan jenazah seperti biasa.

Mereka membuka peti dan kantong plastik pembungkus jenazah dan kemudian memandikan jenazah pasien Covid-19 tersebut.

TRI BUN-MEDAN.com - Belasan warga dusun di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19 setelah nekat memandikan jenazah pasien terinfeksi.

Sebanyak 15 orang warga Kecamatan Waru dinyatakan positif Virus Corona, warga tersebut sama-sama memiliki riwayat memulasara jenazah pasien positif.

Mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan dan tetap membuka peti serta membuka bungkus plastik jenazah yang telah dipasang pihak rumah sakit sebagai langkah pengamanan.

Tak hanya itu, para warga tersebut nekat memandikan jenazah pasien terinfeksi padahal virus Covid-19 dapat menular dengan sangat cepat.

Dilansir Kompas.com, Minggu (17/5/2020), Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin membenarkan adanya 15 warga yang dinyatakan positif tersebut.

"Yang PDP banyak, yang positif Covid-19 ada 15," ujar Nur Achmad.

Nur Achmad menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan terhadap warga dusun tersebut.

Pemerintah daerah telah melakukan pembatasan sosial termasuk membatasi akses ke dusun tersebut dan menutup tempat-tempat ibadah.

Ia yang diwawancarai saat penyerahan BLT Dana Desa di Balai Desa Brebek Sidoarjo, Minggu (17/5/2020), mengakui bahwa ia terlambat mendapatkan kabar sehingga tidak bisa segera turun tangan.

"Kejadiannya sudah dua pekan lalu," imbuhnya.

Menurut informasi yang didapatnya, saat itu keluarga dari pasien terinfeksi Virus Corona ngotot meminta jenazah keluarganya tersebut untuk dibawa pulang.

Jenazah tersebut akhirnya diizinkan dibawa pulang ke rumah duka meski dengan peringatan dari petugas.

Namun ternyata keluarga tidak mengindahkan anjuran dari rumah sakit dan malah melakukan pemulasaraan jenazah seperti biasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved