News Video

Penjual Pernak Pernik Ramadan Terapkan Physical Distancing, Batasi Pengunjung Hanya di Depan Toko

Toko Acai Jaya ini menerapkan beberapa aturan kepada para pembeli yang datang sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Penjual Pernak Pernik Ramadan Terapkan Physical Distancing, Batasi Pengunjung Hanya di Depan Toko

TRI BUN-MEDAN.com - Toko pernak pernik Ramadan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso No.70-72 Medan, tampak ramai dikunjungi pembeli.

Toko Acai Jaya ini menerapkan beberapa aturan kepada para pembeli yang datang sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Beberapa di antaranya adalah, pembeli hanya diperbolehkan untuk berada di depan toko dengan dibatas meja.

Sehingga membatasi interaksi antar pramuniaga dan pembeli, penyediaan tempat mencuci tangan, serta arahan untuk menjaga jarak antre.

"Kita tetap buka seperti biasa dengan menjual pernak-pernik Ramadan. Bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya adalah karena ada wabah Covid-19 ini kami membatasi pengunjung hanya boleh di depan toko," kata Tya, karyawan toko Acai Jaya, Selasa (12/5/2020).

"Biasanya kan bisa masuk dan boleh pilih barang yang mau dibeli. Kalau sekarang hanya bisa dilihat dari luar, para pekerja yang mengambilkan barangnya," sambungnya.

Tya mengatakan, produk yang paling sering dibeli oleh customer adalah ucapan selamat ramadan dan peralatan penghias kue.

Sebagian besar pembelinya adalah para karyawan kantor untuk kebutuhan dekorasi menjelang lebaran.

"Kalau yang paling banyak beli itu biasanya ucapan selamat ramada ataupun selamat hari raya. Beberapa peralatan kue juga banyak yang beli, karena pelanggan kita kebanyakan untuk dekorasi kantor atau bank. Tapi banyak juga yang untuk kebutuhan rumah, tapi enggak begitu banyak," katanya.

Mengenai penurunan omzet penjualan terdapat karena terdampak covid-19, Tya mengaku ada penurunan sekitar 30 sampai 40 persen.

Namun, penjualan tetap berjalan dan para pekerja toko masih berjualan seperti biasanya.

"Penurunan pasti ada karena sudah enggak terlalu banyak aktivitas di luar. Harga kita tetap sepertu biasanya, hanya penurunan omzet sekitar 30 sampai 40 persen lah," tuturnya.

Perempuan berkerudung ini berharap agar wabah Covid-19 segera berakhir agar keadaan toko bisa berjalan seperti semula.

"Ribet juga sebenarnya seperti ini, karena pekerjaan jadi bertambah harus mengambilkan barang yang diinginkan customer, terus juga rata-rata customer harus menunjukkan foto barang yang diinginkan biar bisa kami ambil ke tempatnya. Semoga lekas usai lah pandemi ini jadi enggak harus menerapkan yang sepeti ini lagi, dan omzet juga berjalan normal," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved