Update Kapal Tanker Terbakar di Belawan
RS Bhayangkara Medan Buka Posko Post Morthem untuk Identifikasi Korban Kapal MT Jag Leela
keluarga korban yang ingin mengidentifikasi keluarganya dapat mendatangi posko Post Morthem dengan membawa identitas korban
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Bhayangkara Medan membuka posko Post Morthem untuk mengidentifikasi korban Kapal Tanker MT Jag Leela Pelabuhan Belawan, Selasa (12/5/2020).
Wakarumkit RS Bhayangkara Medan, AKBP Zulhairi menyebutkan hal tersebut merupakan prosedur tim Disaster Victim investigation (DVI) Polda Sumut untuk mengenali para korban.
"Seperti biasa untuk prosedur DVI kami mempersiapkan Post Morthem," tuturnya kepada Tri bun.
• 8 Tahun Dikuasai Mantan Pejabat Pemkab Deliserdang, Mobil Dinas Kijang Kapsul Akhirnya Dieksekusi
Ia juga menjelaskan untuk para keluarga korban yang ingin mengidentifikasi keluarganya dapat mendatangi posko Post Morthem dengan membawa identitas korban.
"Buat keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dan yang berhubungan dengan kebakaran kapal ini. Segera melapor ke Unit Post Morthem RS Bhayangkara Medan. Bisa membawa data sidik jari, ktp, atau izajah,"
Sebelumnya, Jenazah korban tewas ledakan dan kebakaran Kapal Tanker MT Jag Leela Pelabuhan Belawan bertambah lagi satu orang menjadi total 7 di RS Bhayangkara, Selasa (12/5/2020).
Amatan Tribun, satu ambulans kembali masuk sekitar pukul 11.45 WIB dan langsung menuju jenazah.
Seketika terdapat tiga ibu yang merupakan keluarga korban menangis histeris.
Setelah memberikan data ktp dan foto di kepada pihak post mortem, keluarga diperbolehkan untuk masuk melihat jenazah.
Setelah keluar langsung saja seluruh ibu histeris. "Udah meninggal bapak, padahal mau pulang dia semalam," teriaknya dengan histeris.
Seorang temannya lain tampak menenangkannya, "Jangan diratapi, enggak boleh seperti itu," tegasnya.
Wakarumkit RS Bhayangkara Medan, AKBP Zulhairi menyebutkan bahwa ada 6 jenazah yang masuk dan 5 dalam kondisi tidak dikenali dan satu dalam keadaan utuh.
"Sudah ada 7 totalnya, untuk dua hari ini.
Belum ada yang terindentifikasi, masih sedang proses jadi belum dirilis identitasnya. Satu yang utuh diterima, yang lima dalam keadaan sudah tidak dikenali," tuturnya.
Ia menyebutkan untuk korban yang utuh lebih cepat untuk waktu identifikasinya, namun yang gosong akan sampai pada pemeriksaan DNA.
"Prosesnya kalau yang utuh mungkin bisa lebih cepat. Tapi yang sudah tidak utuh ini mungkin bisa berlanjut sampai ke pemeriksaan DNA," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/posko-post-morthem-di-rs-bhayangkara-medan-selasa-1252020.jpg)