Update Kapal Tanker Terbakar di Belawan
Adik Korban Syok dan Sedih, Kedua Abangnya Meninggal di Ledakan Kapal Tanker MT Jag Leela
Rostina menyebutkan bahwa kedua korban kebakaran kapal tersebut sudah menikah dan memiliki anak.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Adik korban ledakan Kapal Tanker MT Jag Leela Pelabuhan Belawan mengaku sangat syok dan sedih karena kedua abangnya meninggal dunia.
Pasalnya dua orang abangnya bernama Muhammad Nur Kasim Siregar (35) dan Bahtiar Siregar (28) warga Hamparan Perak, Deliserdang menjadi korban ledakan kapal di pelabuhan.
Adik korban bernama Rostina Sari Siregar mengaku awalnya dirinya mengetahui kabar kedua abangnya tersebut menjadi korban dari media sosial Facebook.
"Ya karena dari kemarin sudah tahu, jadi dari kemarin sudah syok dari kemarin. Jadi waktu kejadian dapat kabar kapa meledak dari Facebook sudah menebak waktu dengar kapal tanker," tuturnya kepada Tri bun, Selasa (12/5/2020).
Wanita berjilbab hitam ini mengakui dirinya dan keluarga syok dan sedih ketika mendapatkan kabar nahas tersebut.
"Pastilah sedih syok, karena kalau dia sakit kitakan tahu. Inikan tiba-tiba sudah takdir Allah. Orang tua juga sudah sangat syok dan terkejut dua anak laki-lakinya meninggal," ungkapnya.
Rostina menyebutkan bahwa kedua korban tersebut sudah menikah dan memiliki anak.
"Dua-duanya sudah berumah tangga, tapi istrinya tidak bisa datang kesini karena masih bayi anak-anaknya dan baru lahiran istrinya. Kita akan lakukan pemakaman di daerah dekat rumah," tuturnya.
Ia mengakui mengenali kedua abangnya tersebut di ruang jenazah dari celana yang biasa mereka kenakan.
"Yang paling besar Muhammad Nur Kashim umurnya 35 tahun, yang kecil Bakhtiar Asnawi umurnya 28 tahun. Sudah dilihat, kita lihat ciri-cirinya sudah tanda karena sering pakai celana pendeknya yang masih utuh," jelasnya.
• RS Bhayangkara Medan Buka Posko Post Morthem untuk Identifikasi Korban Kapal MT Jag Leela
Bahkan, selain kedua abangnya yang meninggal, Rostina juga menyebutkan abangnamya yang lain bernama Darul Daim Siregar juga menjadi korban, namun selamat.
"Satu lagi abang saya yang di tengah namanya Darul Daim Siregar selamat. Luka bakar sedikit di wajah,
Kabar terbaru bertambah lagi satu orang menjadi total 7 di RS Bhayangkara, Senin (12/5/2020).
Amatan Tri bun, satu ambulans kembali masuk sekitar pukul 11.45 WIB dan langsung menuju jenazah.
Seketika terdapat tiga ibu yang merupakan keluarga korban menangis histeris.
Setelah memberikan data ktp dan foto di kepada pihak post mortem, keluarga diperbolehkan untuk masuk melihat jenazah.
Setelah keluar langsung saja seluruh ibu histeris.
"Udah meninggal bapak, padahal mau pulang dia semalam," teriaknya dengan histeris.
Seorang temannya lain tampak menenangkannya, "Jangan diratapi, enggak boleh seperti itu," tegasnya.
Wakarumkit RS Bhayangkara Medan, AKBP Zulhairi menyebutkan bahwa ada enam jenazah yang masuk.
Sebanyak lima jenazah dalam kondisi tidak dikenali dan satu dalam keadaan utuh.
"Sudah ada enam totalnya, untuk dua hari ini. Belum ada yang terindentifikasi, masih sedang proses jadi belum dirilis identitasnya. Satu yang utuh diterima, yang lima dalam keadaan sudah tidak dikenali," tuturnya.
Ia menyebutkan untuk korban yang utuh lebih cepat untuk waktu identifikasinya, namun yang gosong akan sampai pada pemeriksaan DNA.
"Prosesnya kalau yang utuh mungkin bisa lebih cepat. Tapi yang sudah tidak utuh ini mungkin bisa berlanjut sampai ke pemeriksaan DNA," tuturnya.
• Isak Tangis Keluarga Pecah, Sudah 7 Korban Kapal Tanker MT Jag Leela Tiba di RS Bhayangkara Medan
Amatan Tri bun di kamar jenazah RS Bhayangkara, keluarga para korban sudah memadati kamar jenazah sambil menunggu hasil autopsi.
Tim Disaster victim investigation (DVI) Polda Sumut, Kompol Andi Harahap menyebutkan bahwa hari ini total ada 4 korban yang masuk.
Dimana ada 3 korba yang sudah teridentifikasi datanya.
"Yang masuk hari ini total ada empat, Baru tiga yang teridentifikasi, sudah dikenali. Satu lagi masih nunggu keluarganya dulu dan masih dalam proses," ungkap Andi sesaat setelah keluar kamar jenazah.
Ia menyebutkan bahwa mayat korban seluruh gosong.
"Mayat gosong semua, semalam masuk dua orang," jelas Andi.
Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dayan, menjelaskN korban kedua baru saja ditemukan dan identitasnya belum diketahui.
"Ada bertambah, jadi sejauh ini sudah dua orang meninggal dunia," katanya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).
Sebelumnya, korban tewas pertama ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di atas kapal dalam kondisi tubuh sudah menghitam karena gosong. Dimana korban juga belum diketahui identitasnya.
Setelah dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan identifikasi.
Selain korban meninggal, sebanyak 22 orang juga mengalami luka-luka dan sudah dirawat di Rumah Sakit PHC Belawan dan Rumah Sakit TNI AU Belawan.
Kebakaran hebat hanguskan Kapal Tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan, Senin (11/5/2020).
• TERKINI 7 Jenazah di RS Bhayangkara, Keluarga Korban Kapal Tanker Histeris, Tunggu Identifikasi
Kapolres Belawan AKBP H MR Dayan mengaku kasus ini masih baru akan diselidiki.
Ia menjelaskan kalau Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut sudah di lokasi kejadian.
AKBP H MR Dayan juga sampaikan bahwa kapal tersebut terbakar dalam keadaan tidak beroperasi. Pihak Polres Pelabuhan Belawan masih tetap lakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan kejadian tersebut. Lokasi kejadian akan pasangkan police line.
Polisi juga belum tahu pasti jumlah korban akibat kebakaran yang terjadi pada Kapal Tanker Jag Leela Mumbai tersebut.
Komandan Regu (Danru) Damkar UPT Wilayah IV Belawan, Sadakata Ginting, menyebutkan bahwa kapal Tanker tersebut sedang dalam perbaikan di galangan Waruna Belawan.
Awalnya api membakar ekor kapal hingga akhirnya menjalar dan hampir membakar seluruh bagian kapal. Terlihat asap hitam sudah membubung tinggi di atas laut.(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/adik-korban-ledakan.jpg)